LINKARFAKTA.COM — Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.39 WITA, saat warga tengah meningkatkan kewaspadaan pascagempa besar yang sebelumnya mengguncang wilayah Flores. Guncangan susulan membuat warga berhamburan keluar rumah menuju posko darurat yang telah disiapkan.
Kepala Desa Rende Nao, Ferdinandus Gusti Bagung, membenarkan adanya warganya yang meninggal dunia setelah gempa susulan terjadi. "Korban meninggal di posko darurat yang mereka buat," ujar Ferdinandus, Kamis (27/8/2026) pagi.
Kondisi Kesehatan Korban Menurun Saat Berlari ke Posko
Menurut Ferdinandus, dalam kondisi panik saat berlari menyelamatkan diri, kondisi Paulina tiba-tiba menurun. Warga yang berada di lokasi langsung berupaya memberikan pertolongan, namun nyawa korban tidak tertolong.
Kematian Paulina menjadi catatan kelam dalam rangkaian gempa susulan yang masih melanda kawasan Flores. Rasa takut yang tinggi membuat warga enggan beristirahat di dalam rumah dan memilih bertahan di posko darurat.
Warga Masih Bertahan di Posko karena Takut Gempa Susulan
Kepala Desa Ferdinandus menyebutkan, seluruh warga di Desa Rende Nao telah mengungsi ke posko darurat sejak gempa besar pertama terjadi. Kekhawatiran akan adanya guncangan susulan membuat mereka bertahan di tempat yang dianggap lebih aman.
Gempa susulan berkekuatan M4,6 yang terjadi dini hari itu menambah daftar panjang aktivitas seismik di wilayah NTT. Sebelumnya, wilayah Flores dan sekitarnya diguncang gempa utama yang menyebabkan ribuan warga mengungsi.
Evakuasi Darurat dan Kerentanan Warga Lansia
Peristiwa ini menyoroti kerentanan warga, khususnya kelompok lanjut usia dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu, saat harus melakukan evakuasi mendadak dalam situasi darurat. Kepanikan yang terjadi saat gempa kerap memicu risiko kesehatan yang fatal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai total kerusakan atau korban lain akibat gempa susulan terbaru ini. Warga masih bertahan di posko-posko darurat sambil menunggu situasi dipastikan aman.
Ferdinandus mengimbau warganya untuk tetap tenang namun waspada. Ia juga berharap bantuan medis dapat segera menjangkau posko-posko pengungsian untuk mengantisipasi kondisi darurat serupa.