BERAU — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau langsung penanganan karhutla di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Rabu. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan upaya pemadaman berjalan terpadu sekaligus menjamin kelestarian habitat orang utan di wilayah tersebut.
“Saya ingin mendengarkan laporan langsung dari lapangan. Apa yang terjadi, apa yang sudah kita lakukan, dan apa yang akan kita lakukan untuk mencegah terjadinya karhutla yang lebih besar lagi,” ujar Raja Juli saat memimpin rapat terpadu di VIP Room Bandara Kalimarau, Berau.
Operasi Modifikasi Cuaca Jadi Andalan
Pemerintah pusat telah menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah provinsi rawan karhutla. Kolaborasi ini melibatkan BNPB, BMKG, TNI AU, BRIN, dan pemerintah daerah.
Wilayah operasi OMC mencakup Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Raja Juli menyebut cara ini paling efektif untuk memadamkan karhutla.
“Untuk saat ini di Kaltim, khususnya Berau, masih terdapat bibit awan hujan. Belajar dari tahun ke tahun, cara paling efektif untuk memadamkan karhutla adalah dengan hujan, baik alami maupun hasil modifikasi cuaca,” katanya.
Dukungan Dana FCPF untuk Pemadaman di Tapak
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni menegaskan komitmen pemerintah daerah memperkuat sinergi penanganan di tingkat lapangan. Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) mendapat dukungan operasional pemadaman melalui Annual Work Plan Forest Carbon Partnership Facility (FCPF).
Seluruh KPHP di Kaltim telah memiliki unit pemadam kebakaran yang didukung Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH DR). Personel Manggala Agni juga terus diperkuat melalui sosialisasi, pelatihan, dan pemenuhan sarana prasarana.
“Kami akan terus mengawal pelaksanaan dana FCPF untuk mendukung penanganan karhutla,” kata Sri.
Kawasan Konservasi Orang Utan 87 Ribu Hektare
Dalam kunjungannya, Raja Juli meninjau Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Long Sam di Kecamatan Kelay. Ia juga menyerahkan Surat Keputusan Pembentukan Pokja Penyelamatan Orang Utan di Lanskap Keraitan beserta dukungan penyelamatan satwa tersebut di Kalimantan Timur.
Upaya perlindungan mencakup sekitar 87 ribu hektare kawasan preservasi yang diproyeksikan menjadi bagian penting konservasi orang utan. Kawasan ini akan dikelola bersama Conservation Action Network (CAN) dan pegiat lingkungan setempat untuk menjaga kelestarian hutan.
Selain itu, Raja Juli menyerahkan Surat Keputusan Perhutanan Sosial kepada kelompok masyarakat setempat. Fenomena El Nino yang cukup kuat tahun ini menjadi perhatian khusus, sehingga seluruh pihak diminta bekerja maksimal sesuai arahan Presiden dengan memperkuat kolaborasi lintas kementerian, lembaga, TNI, dan Polri.