Pencarian

Sumsel Percepat Listrik Masuk Desa di 20 Titik Terkendala Hutan, 6.045 Pelanggan di 14 Kabupaten Jadi Sasaran

Minggu, 23 Agustus 2026 • 09:28:01 WIB
Sumsel Percepat Listrik Masuk Desa di 20 Titik Terkendala Hutan, 6.045 Pelanggan di 14 Kabupaten Jadi Sasaran
Gubernur Sumsel Herman Deru memastikan percepatan program elektrifikasi desa menjangkau 6.045 pelanggan di 14 kabupaten.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memastikan percepatan program elektrifikasi desa menjangkau 6.045 pelanggan di 14 kabupaten, termasuk wilayah yang selama ini terhambat status kawasan hutan. Dari total 118 titik sasaran, sebanyak 98 titik dinyatakan siap dikerjakan secara teknis dengan target rampung bertahap mulai Desember 2026.

PALEMBANG — Program Listrik Desa (Lisdes) di Sumatera Selatan memasuki babak baru setelah anggaran dari APBN dipastikan turun untuk 118 titik lokasi. Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan percepatan ini menjadi prioritas untuk memastikan warga di pelosok tidak lagi bergantung pada penerangan non-listrik.

“Melalui sinkronisasi perencanaan, penganggaran yang tersedia dan percepatan perizinan kawasan hutan, program Lisdes ini akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di pelosok Sumsel,” kata Herman Deru di Palembang, Jumat.

20 Titik Terkendala: 12 Lokasi Sulit Dijangkau, 8 Berada di Kawasan Hutan

Berdasarkan pendataan lapangan, masih ada 20 lokasi yang belum bisa dieksekusi. Rinciannya, 12 titik terkendala kondisi geografis yang sulit, sementara delapan titik lainnya berada di kawasan hutan produksi dan hutan lindung yang tersebar di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan.

Untuk wilayah dengan medan berat, pemerintah tidak memaksakan pemasangan tiang dan kabel jaringan. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal menjadi opsi yang didorong karena dinilai lebih adaptif terhadap lahan basah dan kawasan konservasi.

“Kenapa PLTS? Karena infrastruktur kabel sulit masuk akibat medan yang spesifik. Lahan basah dan kawasan hutan lindung atau produksi memerlukan penanganan khusus,” ujarnya.

Perizinan Kawasan Hutan Jadi Kunci Percepatan

Pemprov Sumsel tidak bergerak sendiri. Sinkronisasi dengan Kementerian Kehutanan dilakukan melalui skema Perjanjian Kerja Sama (PKS) penggunaan kawasan untuk memangkas birokrasi perizinan.

Dirjen Planologi Kehutanan Ade Triajikusumah memastikan pihaknya siap memproses permohonan yang masuk. “Pada prinsipnya Kementerian Kehutanan terbuka. Silakan ajukan dengan mekanisme yang sesuai. Kami akan proses secepat-cepatnya,” katanya.

98 Titik Siap Dikerjakan, Target Tuntas Maret 2027

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu (UID S2JB) Diksi Erfani Umar menyebut porsi terbesar pekerjaan sudah bisa dimulai. Sebanyak 98 dari 118 titik dinyatakan lolos kajian teknis dan ditargetkan selesai secara bertahap mulai Desember 2026 hingga Maret 2027.

“Alhamdulillah, anggaran program listrik desa sudah keluar. Dari 118 titik lokasi tersebut, insyaallah sebanyak 98 titik secara teknis sudah dapat langsung dikerjakan,” ujar Diksi.

Adapun 20 titik lainnya masih memerlukan penyesuaian desain karena terkendala akses jalan dan status lahan di kawasan hutan lindung.

Peran Pemerintah Desa dalam Validasi Data

PLN mengimbau aparatur desa proaktif melaporkan titik permukiman yang belum masuk daftar sasaran. Data yang valid di tingkat desa akan mempercepat proses verifikasi dan menghindari tumpang tindih penyaluran bantuan infrastruktur kelistrikan.

Program ini menjadi salah satu upaya strategis Sumsel dalam mengejar rasio elektrifikasi desa yang merata, sejalan dengan target nasional pemerataan akses energi hingga ke wilayah perbatasan dan pedalaman.

Sumber: sumsel.antaranews.com

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks