SEKAYU — Deru mesin ketek balap memecah hening pagi di aliran Sungai Musi, tepatnya di Desa Lumpatan II, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sabtu (22/08/2026). Sebanyak 55 peserta dari berbagai daerah siap bertarung dalam ajang Balap Ketek Bajemo Open Race IV 2026, sebuah tradisi yang lahir dari swadaya nelayan dan kini menjadi agenda tahunan pemerintah daerah dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pembukaan acara berlangsung meriah dengan parade perahu ketek di sepanjang aliran sungai. Sekretaris Daerah (Sekda) Muba, Drs. Syafaruddin, M.Si., yang hadir mewakili Bupati Muba H.M Toha Tohet, secara resmi membuka kompetisi ini. Ia didampingi jajaran Forkopimda, Kapolsek Sekayu AKP Dedi Kurniawan, Dandim 0401/Muba yang diwakili Pasi Pers Kapten Suhartono, serta Kepala Dishub Muba M. Hatta S.E M.Si.
Dari Patungan Nelayan Menjadi Event Resmi Daerah
Syafaruddin menuturkan, kompetisi ini berakar dari inisiatif mandiri para nelayan setempat sejak enam tahun lalu. Mereka mengumpulkan dana patungan untuk menggelar lomba ketek sederhana setiap momen 17 Agustus. Semangat swadaya itulah yang kemudian difasilitasi dan dibesarkan oleh pemerintah daerah hingga memasuki penyelenggaraan resmi keempat kalinya pada tahun ini.
"Awalnya, para nelayan ini berinisiatif secara mandiri dengan mengumpulkan uang patungan untuk menggelar lomba setiap tanggal 17 Agustus," ungkap Syafaruddin dalam sambutannya.
Hentikan Meracun dan Menyetrum Ikan di Sungai Musi
Di tengah kemeriahan acara, Sekda mengingatkan soal ancaman serius terhadap ekosistem Sungai Musi, yakni praktik illegal fishing. Penggunaan racun, potas, hingga penyetruman ikan disebutnya tidak hanya memusnahkan benih ikan, tetapi juga membahayakan kesehatan masyarakat luas. Pasalnya, Sungai Musi menjadi sumber air baku utama PDAM Sekayu yang disalurkan ke rumah-rumah warga.
"Hentikan kegiatan menyetrum dan meracun ikan! Kita harus sepakat untuk menjaga sungai ini. Ketika debit air Sungai Musi menyusut pada musim kemarau, racun seperti potas sangat berbahaya bagi air baku PDAM," tegas Syafaruddin.
Piala Bergilir Diperebutkan Kembali
Usai pembukaan, panitia menerima kembali Piala Bergilir Bajemo Open Race dari juara bertahan tahun lalu, Tim Kayuara. Piala tersebut akan kembali diperebutkan oleh seluruh kontestan pada ajang keempat ini. Untuk memastikan keamanan para peserta dan penonton, tim evakuasi dari Polairud Polres Muba serta TRC BPBD Muba disiagakan penuh di sepanjang lintasan.
Menutup arahannya, Syafaruddin berpesan agar seluruh peserta mengedepankan sportivitas. "Silakan bertanding dengan semangat untuk menang, namun tetap junjung tinggi nilai sportivitas tanpa menghalalkan segala cara. Bagi yang menang jangan jumawa, dan bagi yang belum berhasil jangan berkecil hati. Tahun depan kita akan berkompetisi kembali," tuturnya.