Pencarian

CAC UNSERA dan PT Inti Everspring Jajaki Kolaborasi Atasi Sampah di Desa Mangunreja, Fokus pada Perubahan Perilaku Warga

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 15:49:01 WIB
CAC UNSERA dan PT Inti Everspring Jajaki Kolaborasi Atasi Sampah di Desa Mangunreja, Fokus pada Perubahan Perilaku Warga
CAC UNSERA dan PT Inti Everspring Indonesia meninjau langsung kondisi pengelolaan sampah di Desa Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya.

MANGUNREJA — Persoalan sampah yang belum tertangani optimal di Desa Mangunreja mendorong tiga pihak untuk duduk bersama: Climate Action Center (CAC) Universitas Serang Raya (UNSERA), PT Inti Everspring Indonesia, dan pemerintah desa. Diskusi dan peninjauan langsung ke lapangan dilakukan untuk memahami akar masalah, kebutuhan warga, serta potensi solusi yang bisa dikembangkan lewat program CSR perusahaan.

Sejumlah persoalan menjadi sorotan dalam penjajakan awal ini. Pemilahan sampah rumah tangga belum berjalan. Sampah masih berserakan di aliran sungai. Belum ada sistem pengelolaan terpadu dari hulu ke hilir.

Pemetaan Kebutuhan Jadi Prioritas Sebelum Program Digulirkan

Peneliti Pusat Studi CAC sekaligus Koordinator Program Kolaborasi CAC UNSERA–PT Inti Everspring Indonesia, Prof. Dr. Delly Maulana, M.PA., menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak ingin sekadar berhenti pada pemberian bantuan teknologi. Membangun sistem dan mengubah perilaku masyarakat adalah kunci agar pengelolaan sampah berkelanjutan.

"Kita tidak ingin program hanya berhenti pada bantuan atau penyediaan teknologi. Yang lebih penting adalah bagaimana membangun sistem dan perubahan perilaku masyarakat sehingga pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan," ujar Prof. Dr. Delly Maulana, M.PA.

PKK dan Sekolah Jadi Garda Depan Edukasi Lingkungan

Direktur CAC UNSERA, Dr. Liza Diniarizky Putri, menyoroti peran strategis ibu-ibu PKK dalam membangun kebiasaan menjaga lingkungan. Integrasi Pokja 1 hingga Pokja 4 dinilai bisa menjadi motor penggerak gerakan pengelolaan sampah dari tingkat keluarga.

"PKK memiliki peran yang sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan keluarga dan masyarakat. Keterlibatan Pokja 1 sampai Pokja 4 dapat diintegrasikan dalam gerakan pengelolaan sampah," jelas Dr. Liza Diniarizky Putri.

Perubahan perilaku juga perlu ditanamkan sejak dini. Gagasan mengembangkan proyek lingkungan di sekolah turut dibahas dalam diskusi tersebut, dengan harapan para siswa mampu mempraktikkan pemilahan sampah dalam kehidupan sehari-hari.

Kades Mangunreja: Sosialisasi Saja Tidak Cukup, Perlu Solusi Ekonomi

Kepala Desa Mangunreja, H. Abdul Latif, S.Mn., M.Si., menyambut baik inisiatif kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa persoalan sampah di desanya membutuhkan penanganan serius yang tidak lagi mengandalkan sosialisasi semata.

"Persoalan sampah ini tidak cukup hanya dengan sosialisasi. Kami berharap ada solusi yang konkret dan berkelanjutan, termasuk bagaimana sampah dapat dikelola dan memiliki nilai ekonomi sehingga masyarakat juga mendapatkan manfaat," ungkap H. Abdul Latif, S.Mn., M.Si.

CSR Perusahaan Menunggu Hasil Assessment Lapangan

Koordinator CSR PT Inti Everspring Indonesia, Ahmad Nahudin, menyatakan pihaknya sengaja turun langsung ke lapangan sebelum menentukan bentuk program. Ia ingin memastikan program CSR yang nantinya dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan warga, bukan sekadar proyek seremonial.

"Kami ingin melihat terlebih dahulu kondisi dan kebutuhan di lapangan. Harapannya, kolaborasi dengan desa dan UNSERA dapat menghasilkan program yang tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tutur Ahmad Nahudin.

Sejumlah Gagasan Awal yang Dipetakan

Dari diskusi tersebut, beberapa gagasan mulai mengerucut dan akan dikaji lebih dalam. Di antaranya:

  • Edukasi pemilahan sampah rumah tangga dan sekolah.
  • Pengembangan biopori di lingkungan rumah dan sekolah.
  • Penguatan sistem pengumpulan sampah terpadu.
  • Kajian peluang pengolahan dan daur ulang sampah yang bernilai ekonomi.

Seluruh gagasan ini masih berada pada tahap penjajakan awal. Bentuk program, mekanisme pelaksanaan, dan dukungan yang akan dikembangkan selanjutnya akan ditentukan berdasarkan hasil assessment di lapangan.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan pendekatan pengelolaan lingkungan yang tidak hanya berfokus pada kebersihan, tetapi juga menyentuh aspek perubahan perilaku, edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan peluang ekonomi sebagai bagian dari upaya pembangunan desa yang berkelanjutan.

Sumber: persepsi.co.id

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks