Pencarian

PGN Integrasikan Biomethane Sawit ke Jaringan Pipa Gas Nasional

Selasa, 06 Oktober 2026 • 11:42:01 WIB
PGN Integrasikan Biomethane Sawit ke Jaringan Pipa Gas Nasional
PGN resmi mengintegrasikan biomethane berbahan limbah kelapa sawit ke dalam infrastruktur gas bumi nasional.

LINKARFAKTA.COM — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk resmi mengintegrasikan biomethane berbahan limbah kelapa sawit ke dalam infrastruktur gas bumi nasional melalui kerja sama dengan Toyota Tsusho Indonesia dan PT KIS Biofuels Indonesia. Fasilitas di Sumatra Selatan itu ditargetkan memproduksi sekitar 150.000 MMBTU biomethane per tahun dan menjadi yang pertama di Indonesia. Langkah ini memperkuat pasokan energi domestik sekaligus mendukung dekarbonisasi sektor industri.

Proyek ini menandai produksi biomethane pertama di Sumatra, wilayah yang memiliki banyak pabrik kelapa sawit. Kapasitas produksinya ditargetkan mencapai sekitar 150.000 MMBTU per tahun.

Kolaborasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) pengembangan biomethane di Indonesia antara PGN dan TTI pada 2022 lalu.

Peran PGN sebagai Offtaker dan Transporter

Dalam skema kerja sama ini, PGN berperan sebagai offtaker atau pembeli utama biomethane. PGN juga bertindak sebagai transporter yang menyalurkan biomethane produksi PT KIS Toyota Tsusho Biomethane Indonesia (KTBI) melalui jaringan pipa miliknya.

KTBI adalah perusahaan patungan antara KIS dan TTI. Biomethane dari fasilitas ini akan disalurkan ke Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan industri lainnya.

"Kami mengapresiasi TTI dan KIS yang telah memulai pembangunan fasilitas biomethane ini. Bagi PGN, ini adalah langkah penting untuk menghadirkan gas terbarukan dari sumber domestik ke dalam rantai pasok energi nasional," ujar Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman.

Fajriyah menambahkan, PGN siap mendukung melalui infrastruktur dan kapabilitas niaga yang dimiliki agar biomethane dapat dimanfaatkan sektor industri.

Manfaat Lingkungan dan Hilirisasi Sawit

Pemanfaatan biomethane memakai infrastruktur yang sudah tersedia untuk gas bumi. Pelanggan dapat beralih bahan bakar ke biomethane hanya dengan modifikasi infrastruktur yang minimal.

Bahan bakunya adalah limbah cair pabrik kelapa sawit atau POME. Metana yang sebelumnya terlepas ke atmosfer ditangkap dan diolah menjadi energi, sehingga menekan emisi gas rumah kaca.

Langkah ini mendukung target NDC dan Net Zero Emission 2060. Proyek tersebut juga memperkuat hilirisasi sektor kelapa sawit dengan mengubah limbah menjadi energi bernilai ekonomi.

"Ketika biomethane ini mulai berproduksi, industri seperti TMMIN akan memiliki akses terhadap energi rendah karbon yang mendukung daya saing di tengah tuntutan rantai pasok hijau global," kata Fajriyah.

Rencana Replikasi di Daerah Sawit Lain

PGN berharap model kolaborasi ini dapat direplikasi di daerah penghasil sawit lainnya. Menurut Fajriyah, biomethane berperan strategis dalam mendukung swasembada energi dan dekarbonisasi industri.

"PGN akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra dalam mengembangkan bisnis rendah karbon, termasuk biomethane, sebagai bagian dari komitmen perusahaan mendukung ketahanan energi nasional dan transisi energi," pungkasnya.

Pemanfaatan biomethane melengkapi penggunaan gas bumi yang terus meningkat seiring upaya dekarbonisasi sektor industri. Bagi PGN, proyek ini memperluas portofolio bisnis rendah karbon sekaligus memperkuat posisinya sebagai penyalur energi domestik.

Sumber: cnbcindonesia.com

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks