LINKARFAKTA.COM — Museum Kesaktian Pancasila di kawasan Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, tampil dengan wajah baru usai direvitalisasi. Kini ruang pamer dibuat lebih gelap dengan pencahayaan khusus yang mengarahkan perhatian pengunjung ke 34 diorama asli, dilengkapi multimedia dan ruang imersif. Museum ini kembali diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (1/10/2026).
Museum Kesaktian Pancasila di kawasan Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, kembali dibuka dengan tampilan yang jauh berbeda dari sebelumnya. Revitalisasi yang rampung tahun ini mengubah cara pengunjung melihat koleksi sejarah, dari sekadar berdiri di balik kaca menjadi pengalaman yang lebih terarah dan interaktif.
Begitu masuk, suasana ruang pamer langsung terasa berubah. Cahaya lampu bernuansa kuning diarahkan khusus ke diorama, sementara ruangan dibuat lebih gelap dan udaranya lebih dingin. Perhatian pengunjung pun tidak lagi terbagi ke lingkungan sekitar.
Diorama Asli Tetap Dipertahankan
Sebanyak 34 diorama asli masih berdiri di tempatnya. Yang berubah adalah cara cerita sejarah disampaikan kepada pengunjung. Rangkaian kisah kini dipamerkan lebih lengkap, dengan alur yang disusun melibatkan sejarawan.
Ruang pamer terbagi menjadi tujuh area di lantai satu dan empat area di lantai dua. Masing-masing lantai memiliki 14 diorama yang menampilkan rentang sejarah 1945-1974, berkaitan dengan peristiwa Gerakan 30 September 1965.
Sentuhan Multimedia dan Ruang Imersif
Sebagian diorama kini dilengkapi video dan audio, membuat pengunjung tidak hanya melihat dari kejauhan. Ada pula ruang imersif yang menceritakan perjalanan sejarah Gerakan 30 September 1965 dengan pendekatan lebih ramah bagi generasi muda.
Informasi sejarah disajikan lewat perpaduan teks, visual, dan audio. Penyusunan lini masa serta konteks sejarah dikerjakan bersama sejarawan agar cerita yang tersaji tetap akurat.
Ruang Relik dan Jejak Pahlawan Revolusi
Bagian lain yang mendapat pembaruan adalah Ruang Relik. Ruangan ini menyimpan benda peninggalan Pahlawan Revolusi, mulai dari pakaian hingga barang-barang lain. Konsep pencahayaan yang lebih gelap membuat suasana ruangan terasa berbeda.
Pembenahan tidak berhenti di dalam gedung. Konsep baru juga mengarahkan pengunjung menuju sejumlah situs bersejarah lain di kawasan Lubang Buaya, sehingga kunjungan bisa berlanjut ke area monumen di sekitarnya.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan
- Menelusuri 34 diorama sejarah di dua lantai museum
- Menyaksikan tayangan video dan audio di sejumlah titik diorama
- Masuk ke ruang imersif untuk memahami kronologi peristiwa 1965
- Melihat koleksi benda peninggalan Pahlawan Revolusi di Ruang Relik
- Melanjutkan kunjungan ke situs bersejarah di kawasan Monumen Pancasila Sakti
Cara Menuju Lokasi
Museum berada di kawasan Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Kawasan ini bisa dijangkau dari pusat kota Jakarta menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi online. Untuk informasi rute dan jam operasional terkini, pengunjung dapat mengonfirmasi langsung ke pengelola museum atau dinas pariwisata setempat.
Tips Berkunjung
Datanglah saat jam buka awal untuk menghindari keramaian, terutama jika ingin menikmati ruang imersif tanpa antre panjang. Karena suasana ruang pamer dibuat gelap dengan pencahayaan terarah, gunakan ponsel atau kamera dengan mode malam agar hasil foto tetap jelas.
Kenakan pakaian yang nyaman dan sopan mengingat lokasi ini merupakan kawasan bersejarah. Sediakan waktu minimal dua jam untuk menelusuri seluruh ruang pamer, ditambah waktu jika ingin melanjutkan ke situs lain di area Monumen Pancasila Sakti.
Revitalisasi ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan museum sejarah yang semakin relevan bagi generasi masa kini dan mendatang, agar perjalanan sejarah bangsa tidak hanya dikenang, tetapi juga dipahami dan diwariskan.