TULUNGAGUNG — Realisasi investasi yang menembus 119,45 persen dari target tahunan ternyata belum membuat Pemkab Tulungagung berpuas diri. Senin (24/8/2026), Plt Bupati Ahmad Baharudin menandatangani kesepakatan bersama dengan 16 instansi vertikal mitra MPP di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, sekaligus meluncurkan tujuh inovasi pelayanan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Baharudin menegaskan integrasi layanan dalam satu lokasi adalah kunci untuk menarik minat investor dan pengusaha.
"Dengan terintegrasinya pelayanan di dalam satu lokasi di MPP serta kemudahan dan kenyamanan yang diberikan kepada investor dan pengusaha diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan investasi," ujarnya dalam sambutan yang dikutip dari rilis resmi.
16 Instansi Kunci yang Kini Satu Atap di MPP
Perjanjian kerja sama ini mencakup jajaran penegak hukum hingga layanan keuangan. Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, Kantor Imigrasi Blitar, dan Pelayanan Pajak Pratama kini berada dalam satu ekosistem pelayanan.
Tak hanya itu, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, Kementerian Agama, BPS, hingga Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) juga turut menandatangani kesepakatan. Sektor perbankan dan keuangan diwakili oleh PT Taspen Kediri, PT BPD Jatim, dan Bank Mandiri Taspen.
Kantor ATR/BPN, UPT PPD Provinsi Jawa Timur, serta BPOM Kediri melengkapi daftar 16 instansi yang berkomitmen mempercepat layanan bagi warga Tulungagung.
Mengapa Inovasi Ini Bukan Sekadar Program Baru?
Kepala DPMPTSP Tulungagung, Imro'atul Mufidah, menyebut ketujuh inovasi yang diluncurkan dirancang untuk menghilangkan hambatan birokrasi. Pengembangannya melibatkan bimbingan langsung dari Plt Bupati dan kolaborasi lintas sektor.
"Dan hal ini tidak lepas dari bimbingan Bapak Plt Bupati serta kolaborasi lintas sektoral," kata Imro'atul.
Inovasi tersebut antara lain GITAR INDAH (Gerbang Investasi Tulungagung Terpadu Perizinan dan Potensi Daerah) dan SITA PINTAR (Sistem Informasi Data Perizinan dan Non Perizinan Terpadu). Keduanya dirancang untuk mempermudah pelaku usaha mengakses data dan mengurus perizinan secara digital.
Untuk menjangkau masyarakat di pelosok, DPMPTSP meluncurkan MOSS KELILING (Mobile OSS Keliling). Sementara itu, layanan inklusif bagi penyandang disabilitas diwadahi melalui program PINTA DISAPA.
Di sektor investasi, terdapat Klinik Investasi Responsif Penanaman Modal (KLIR-PM), Tulungagung Potensial Opportunity And Invesment (T-POIN), serta IPRO Hilirisasi Perikanan yang dirancang untuk memetakan potensi sektor kelautan.
MPP Tulungagung Tembus 10.285 Layanan di Semester I
Aktivitas layanan di MPP Tulungagung tercatat cukup padat. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, total 10.285 layanan telah diterbitkan dari 120 jenis layanan yang tersedia.
Kepuasan masyarakat terhadap layanan perizinan terpadu satu pintu disebut tetap berada pada predikat sangat baik. Capaian ini menjadi modal bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat posisi MPP sebagai pusat pelayanan publik yang mudah, cepat, dan inklusif.
Baharudin menambahkan, apresiasi diberikan kepada seluruh pimpinan lembaga vertikal, perbankan, serta organisasi perangkat daerah (OPD) yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Tulungagung.