Chase bukan pendatang baru di dunia PC gaming. Kecintaannya dimulai dari komputer DOS milik ayahnya yang biasa dipakai untuk pekerjaan akuntansi. Kakeknya pernah memberinya sekeranjang game shareware lawas seperti Duke Nukem, Blake Stone, dan Wolfenstein 3D—game yang ia mainkan bertahun-tahun.
Kariernya di industri game pun cemerlang. Selain memerankan Noctis di Final Fantasy 15, ia terlibat dalam ratusan judul game, film, dan acara TV. Untuk X-Men '97, Chase mengungkapkan musim keempat sedang dalam proses rekaman dan dijadwalkan tayang beberapa tahun lagi.
Build Parfum: Strategi "Fancy Boy" ala Kingdom Come: Deliverance 2
Di tengah kesibukannya, Chase masih meluangkan waktu untuk menjelajahi dunia RPG. "Kingdom Come: Deliverance 2 itu game abadi. Saya melakukan semuanya. Mungkin butuh beberapa ratus jam," ujarnya. Ia menemukan cara tak lazim untuk menaklukkan game tersebut.
Alih-alih memakai armor berat, Chase memilih build yang ia sebut "smell build". "Karakter saya berbau harum dan terlihat sangat keren sehingga itu berfungsi sebagai armor. Saya memakai parfum dan berjalan ke medan perang dengan pakaian mewah. Musuh saya terlalu terpana untuk menyerang," jelasnya sambil tertawa. Ia bahkan rutin mencuci pakaian karakternya demi menjaga strategi ini tetap efektif.
Kecanduan Slay the Spire dan Kebiasaan Gaming di Pesawat
Meski gemar mencoba game baru, Chase mengaku Slay the Spire adalah game dengan jam bermain tertingginya di Steam—mencapai 600 jam di PC. Total waktunya bertambah karena ia juga memainkannya di perangkat mobile.
"Saya sudah memainkannya sejak awal akses, bahkan sebelum game ini populer. Totalnya mungkin lebih dari 1.000 jam," katanya. Ia menikmati tantangan level Ascension 20 yang dianggapnya sebagai tingkat kesulitan paling pas. Game lain yang tak pernah ia hapus adalah Brotato, yang ringan dan cocok dimainkan di pesawat tanpa perlu kontroler.
Ruang Kerja Minimalis dan Masa Depan Date Everything
Di luar game, Chase adalah orang yang sangat rapi. Desktop PC-nya hampir kosong, hanya berisi file audio rekaman dan Recycle Bin. "Saya tidak suka banyak barang berantakan yang saya tidak tahu lokasinya," ujarnya. Perangkat lunak yang paling ia andalkan adalah Reaper dan Audacity untuk kebutuhan rekaman suara.
Sebagai pendiri Sassy Chap Games, Chase juga disibukkan dengan pengembangan game Date Everything, sebuah simulasi kencan dengan benda-benda rumah tangga yang dirilis pada 2025. "Kami baru saja menyelesaikan pembaruan besar dan sedang mengerjakan babak cerita berikutnya," pungkasnya.