JAWA TIMUR — Angka kematian tertinggi terkonsentrasi di Kecamatan Lamba Leda Utara dengan 15 korban jiwa, menyusul Sambi Rampas enam orang, serta Lamba Leda dan Lamba Leda Selatan masing-masing tiga jiwa. Kota Komba dan Elar melaporkan dua dan satu korban tewas.
Kepala Bagian Prokopim Manggarai Timur, Jeany Wajong, menegaskan data tersebut masih terus berubah seiring meluasnya jangkauan tim pencari ke lokasi-lokasi terisolir.
"Angka-angka ini terus kami perbarui setiap jam seiring tim masih memetakan kerusakan di lokasi yang sulit dijangkau," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (22/8) siang.
Beban Pengungsi Terpusat di Dua Kecamatan
Hampir tiga perempat dari total pengungsi terkonsentrasi di Sambi Rampas dengan 13.564 jiwa dan Lamba Leda Utara mencapai 11.582 jiwa. Sebagian besar warga bertahan di rumah kerabat, posko lapangan, dan fasilitas darurat seadanya.
Dari 643 korban luka, 239 orang di antaranya menderita luka berat. Konsentrasi penanganan medis darurat menumpuk di Elar, Borong, dan Lamba Leda Utara, sementara ratusan ibu hamil dan kelompok rentan membutuhkan perhatian khusus.
Ratusan Sekolah dan Jalan Terputus Hambat Distribusi Bantuan
Kerusakan fisik menghantam 17.770 unit bangunan, termasuk 46 sekolah di Borong dan 38 di Lamba Leda Selatan. Puskesmas, rumah ibadah, dan gedung pemerintah juga rusak, sementara ratusan ruas jalan dan jembatan putus menghambat penyaluran logistik.
Rumah rusak parah paling banyak tercatat di Lamba Leda Selatan sebanyak 2.768 unit dan Lamba Leda Utara 2.386 unit. Enam kecamatan lain—Borong, Rana Mese, Kota Komba Utara, Lamba Leda Timur, Elar Selatan, dan Congkar—belum melaporkan korban tewas, namun mencatat ratusan warga luka-luka.
Alat Berat Dikerahkan untuk Buka Akses Darurat
Prioritas utama penanganan saat ini adalah pemenuhan kebutuhan dasar puluhan ribu pengungsi: makanan, air bersih, tenda layak huni, dan pelayanan medis. Di sisi lain, alat berat dikerahkan membuka kembali akses jalan terputus demi kelancaran distribusi logistik dan persiapan rekonstruksi.
Jeany menambahkan, tim gabungan masih menyisir area terdampak yang sulit dijangkau untuk memverifikasi data terbaru. Seluruh angka yang dirilis pemerintah daerah merupakan hasil pemutakhiran berkala dari lapangan.