Pencarian

Pembangunan 80 Huntap Korban Bencana Hidrometeorologi di Agam Masuki Tahap Awal

Jumat, 04 September 2026 • 04:05:01 WIB
Pembangunan 80 Huntap Korban Bencana Hidrometeorologi di Agam Masuki Tahap Awal
Penyerahan lokasi pekerjaan pembangunan 80 unit hunian tetap korban bencana hidrometeorologi di Agam ditandai dengan kegiatan Mutual Check Awal di Palembayan.

LUBUKBASUNG — Pembangunan 80 unit hunian tetap (huntap) untuk korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, akhirnya memasuki tahap pelaksanaan. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Agam, Rinaldi, menyatakan lokasi pekerjaan berada di Balai Benih Ikan (BBI) Gumarang, Kecamatan Palembayan.

Proses awal konstruksi ditandai dengan kegiatan Mutual Check Awal (MC-0) yang digelar di Nagari III Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Rabu (2/9/2026). Penyerahan lokasi pekerjaan dipimpin langsung oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Susun dan Rumah Khusus Satker Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumbar, Ridho Ruzika.

Siapa Saja yang Terlibat dalam Seremoni Awal Pembangunan?

Kegiatan penyerahan lokasi tersebut turut dihadiri unsur Polsek Palembayan, Koramil 11 Palembayan, jajaran Pemerintah Kecamatan Palembayan, hingga perangkat Nagari Tigo Koto Silungkang. Kehadiran tokoh masyarakat dan Direktur PT Dame Uli Jadiaman Indah selaku kontraktor pelaksana melengkapi seremoni awal ini.

Rinaldi menegaskan bahwa proyek perumahan ini bukan sekadar penyediaan fisik bangunan. Menurutnya, pembangunan huntap merupakan bagian integral dari proses pemulihan sosial-ekonomi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal pascabencana.

Mengapa Huntap Ini Menjadi Prioritas Pemulihan?

"Pembangunan huntap ini tidak hanya berkaitan dengan penyediaan rumah, tetapi juga merupakan bagian dari proses pemulihan masyarakat agar dapat kembali menjalan kehidupan secara aman dan layak," kata Rinaldi di Lubuk Basung, Kamis (3/9/2026).

Huntap tersebut khusus diperuntukkan bagi warga Kecamatan Palembayan yang menjadi korban terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda daerah itu pada akhir 2025 lalu. Keberadaan hunian tetap ini diharapkan mampu memutus rantai ketidakpastian tempat tinggal bagi para penyintas.

Bagaimana Pengawasan Mutu Proyek Huntap Dilakukan?

Di sisi lain, PPK Ridho Ruzika mengingatkan agar pekerjaan fisik dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam kontrak. Ia menekankan pentingnya koordinasi yang solid selama proses konstruksi berlangsung.

"Koordinasi antara pemerintah, pelaksana, aparat keamanan, pemerintah nagari, dan masyarakat juga dinilai penting selama proses pembangunan," tegas Ridho. Sinergi semua pihak dinilai krusial untuk mengantisipasi kendala di lapangan, termasuk potensi persoalan lahan dan kebutuhan tenaga kerja lokal.

Ia berharap seluruh pihak turut mengawal pembangunan agar berjalan sesuai ketentuan. Dengan dimulainya tahap pelaksanaan ini, target utama adalah agar 80 unit huntap dapat rampung sesuai mutu dan waktu yang ditetapkan, sehingga segera difungsikan untuk masyarakat terdampak bencana.

Sumber: sumbar.antaranews.com

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks