TANJUNGPINANG — Mobil tangki milik BPBD dan Dinas Sosial mulai beroperasi sejak pukul 09.00 WIB hingga 15.30 WIB untuk mengangkut air dari PDAM Tirta Kepri di Sungai Pulai. Distribusi menyasar kawasan perumahan yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau.
Laporan permintaan bantuan pertama kali diterima BPBD Kota Tanjungpinang dari Ketua RT 02/RW 04 pada Rabu (2/9). Kondisi itu memicu respons cepat pemerintah daerah untuk menurunkan armada tangki ke lokasi terdampak.
Empat Perumahan Terdampak dan Prioritas Distribusi
Wilayah yang dilayani meliputi Perumahan Nusa Indah, Perumahan Bagindo, Perumahan Tinur Indah, dan Perumahan Zasya di Kelurahan Batu IX. Tim BPBD berkoordinasi dengan Ketua RT setempat untuk memetakan rumah warga yang paling membutuhkan pasokan air lebih dulu.
"Permintaan disampaikan menyusul kondisi kekeringan yang menyebabkan masyarakat di sejumlah kawasan perumahan mengalami keterbatasan ketersediaan air bersih," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Tanjungpinang Yamin, Kamis malam.
Respons Cepat Pemerintah atas Krisis Air Bersih
Yamin menyebut pendistribusian ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap laporan masyarakat yang kesulitan mendapatkan air. Air bersih yang diangkut berasal dari PDAM Tirta Kepri dan didistribusikan menggunakan mobil tangki dari instansi terkait.
"Pendistribusian air bersih merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap laporan masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air akibat kondisi kekeringan," ujar dia.
Pemantauan Berlanjut dan Imbauan untuk Warga
BPBD Tanjungpinang berkomitmen memantau perkembangan kondisi di lapangan. Jika masih ada warga yang membutuhkan bantuan, koordinasi dengan pihak terkait akan terus dilakukan untuk memastikan pasokan air tambahan dapat segera disalurkan.
Yamin mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak selama kekeringan berlangsung. Warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih juga diminta segera melapor kepada perangkat wilayah setempat agar bantuan dapat diprioritaskan.