BANJAR — Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan menyasar lingkungan pesantren dalam sosialisasi bahaya karhutla yang digelar di SMP Darul Hijrah Puteri, Kabupaten Banjar. Kegiatan ini sekaligus menjadi respons dini atas potensi penurunan kualitas udara yang kerap terjadi pada puncak musim kemarau.
Tim Dinkes Kalsel memberikan pemahaman tentang dampak asap terhadap tubuh, dengan fokus utama pada ganggguan saluran pernapasan. ISPA menjadi perhatian serius karena kasusnya berpotensi melonjak ketika kadar polutan di udara meningkat.
Bekal Pengetahuan Sebelum Musim Kemarau Memuncak
Sosialisasi menekankan pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai pertahanan pertama. Para santriwati juga diajari cara memakai masker yang benar, terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada kondisi udara yang memburuk.
Eni Zulaikah, Kepala SMP Darul Hijrah Puteri, menilai edukasi semacam ini perlu diberikan secara rutin. Ia mengapresiasi langkah cepat jajaran kesehatan provinsi yang tidak hanya datang dengan masker, tetapi juga memperkuat pemahaman siswi.
"Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi langkah cepat Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel. Edukasi seperti ini sangat penting agar para santriwati tidak hanya mendapatkan perlindungan fisik berupa masker, tetapi juga paham cara menjaga diri dan lingkungan dari bahaya dampak asap karhutla," ujar Eni.
Masker Gratis dan Harapan Menjadi Agen Edukasi
Pembagian masker gratis menyasar para santriwati dan tenaga pendidik di lingkungan sekolah. Langkah ini dinilai sebagai bentuk perlindungan langsung di tengah meningkatnya risiko paparan asap.
Dinkes Kalsel berharap pengetahuan yang diterima para siswi tidak berhenti di lingkungan pesantren. Mereka diharapkan mampu menjadi agen edukasi bagi keluarga dan warga sekitar tempat tinggalnya masing-masing.
Kegiatan ini merupakan sinergi antara sektor kesehatan dan satuan pendidikan dalam menghadapi potensi karhutla. Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat, risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap diharapkan dapat ditekan sejak dini.