Kota Pekanbaru dan Kabupaten Pelalawan resmi menaikkan status penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari siaga menjadi tanggap darurat. Kondisi kabut asap pekat yang menyelimuti kedua daerah itu membuat kualitas udara memburuk dan memaksa sejumlah sekolah meliburkan kegiatan belajar mengajar.
PEKANBARU — Dua daerah di Provinsi Riau, yakni Kota Pekanbaru dan Kabupaten Pelalawan, menaikkan status dari siaga menjadi tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini diambil menyusul memburuknya kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, M Edy Afrizal, menyebut kedua daerah itu terdampak paling parah akibat karhutla. Dampaknya sudah dirasakan hingga ke sektor pendidikan.
Status Tanggap Darurat untuk Percepat Koordinasi Penanganan
Dengan dinaikkannya status menjadi tanggap darurat, penanganan karhutla diharapkan dapat berjalan lebih maksimal. Proses koordinasi dalam pemberian bantuan antarinstansi juga akan lebih mudah dilakukan.
"Peningkatan status menjadi tanggap darurat diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor, sekaligus mempercepat penanganan kebakaran dan dampaknya terhadap masyarakat," kata Edy di Pekanbaru, Kamis.
Pembelajaran Jarak Jauh Diterapkan di Sejumlah Daerah
Kabut asap pekat yang menyelimuti Riau memaksa sekolah-sekolah di beberapa kabupaten/kota menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring. Kebijakan ini berlaku mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, hingga sekolah menengah pertama, termasuk di tingkat kampus.
Edy menambahkan, untuk penetapan status tanggap darurat karhutla tingkat provinsi, pihaknya masih memantau eskalasi kondisi di daerah-daerah lainnya. Hingga saat ini, seluruh kabupaten/kota di Riau telah menetapkan status siaga darurat karhutla, dengan Kabupaten Kuantan Singingi sebagai daerah terbaru yang menyusul.
Di ibukota Provinsi Riau, konsentrasi partikulat 2,5 (PM2,5) menunjukkan kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat. Untuk tingkat sekolah menengah atas, penerapan PJJ masih menyesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Selain Kota Pekanbaru dan Kabupaten Pelalawan, sejumlah daerah lain yang telah menerapkan PJJ antara lain Kabupaten Bengkalis, Inderagiri Hulu, Kuantan Singingi, dan beberapa kecamatan di Kabupaten Siak.