Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan akan memperbaiki secara tuntas rumah warga yang rusak akibat angin puting beliung di Kelurahan Suka Maju dan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan bantuan untuk korban musibah tidak boleh hanya berupa sebagian material bangunan yang justru membebani warga. Sebanyak 167 unit rumah dilaporkan terdampak cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut pada Selasa (18/8) malam.
MEDAN — Ratusan rumah yang rusak diterjang angin puting beliung di dua kelurahan, Kecamatan Medan Johor, bakal diperbaiki tuntas oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memastikan perbaikan tidak hanya sebatas memberikan bantuan material bangunan, melainkan memulihkan kondisi rumah warga hingga benar-benar layak huni.
Kebijakan ini diambil setelah orang nomor satu di Sumatera Utara itu meninjau langsung lokasi bencana di Kelurahan Suka Maju, Jumat (21/8). Dalam peninjauannya, Bobby menemukan sejumlah warga yang sebelumnya menerima bantuan material, namun jumlahnya tidak mencukupi untuk menutup kebutuhan perbaikan rumah mereka.
Bantuan Musibah Harus Selesai, Bukan Stimulan
Bobby menegaskan bahwa skema bantuan untuk korban bencana berbeda dengan bantuan reguler yang bersifat stimulan. Menurutnya, memberikan bantuan yang tidak lengkap justru menjadi beban tambahan bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
"Kalau bantuan musibah harus selesai. Jangan warga sudah kena musibah, tapi masih harus beli lagi kekurangannya. Yang rusak kita bangun, yang hancur kita bangun baru," kata Bobby dalam keterangannya.
"Bantuan ini diberikan agar warga tak lagi terbebani biaya tambahan untuk memperbaiki rumah mereka," sambung Gubernur Sumatera Utara tersebut.
167 Rumah Terdampak di Dua Kelurahan
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara, total ada 167 unit rumah yang terdampak cuaca ekstrem. Angin puting beliung yang terjadi Selasa (18/8) malam itu menerjang Kelurahan Suka Maju dan Titi Kuning di Kecamatan Medan Johor.
Kerusakan yang ditimbulkan bervariasi, mulai dari atap rumah yang hilang diterbangkan angin hingga bangunan yang rusak berat. Pemprov Sumut kini mengambil alih penanganan untuk memastikan rumah-rumah dengan kategori rusak berat maupun yang kehilangan atap diperbaiki secara menyeluruh.
Evaluasi Penyaluran Bantuan ke Depan
Peristiwa ini sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi jajaran pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota se-Sumatera Utara. Bobby meminta agar penyaluran bantuan kebencanaan ke depan tidak lagi menggunakan pola parsial yang menyulitkan korban.
"Kalau bantuan reguler bisa sifatnya stimulan. Tapi kalau bantuan musibah, harus bisa selesai semuanya," tutup Bobby Nasution.