MEDAN — Pedagang di Pasar Brayan, Medan, mengonfirmasi penurunan harga cabai merah yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Padahal, harga sempat menyentuh Rp 40 ribu per kilogram pada awal pekan sebelum akhirnya kembali turun drastis.
"Udah turun beberapa hari ini, kalau harga Rp 31 ribu, kemarin itu sempat naik Rp 40 ribu terus turun lagi," ungkap pedagang Pasar Brayan, Winda, Sabtu (22/8/2026).
Rata-rata Harga di Bawah HET di Seluruh Sumut
Penurunan ini tidak hanya terjadi di Medan. Berdasarkan pantauan di sejumlah kabupaten/kota, harga cabai merah keriting bahkan sempat turun hingga Rp 27 ribu per kilogram di beberapa pasar Kota Medan.
Di Kabupaten Serdang Bedagai, harga cabai merah bertengger di level Rp 28 ribu per kilogram. Sementara itu, Kabupaten Langkat, Labuhanbatu Utara (Labura), dan Humbang Hasundutan (Humbahas) mematok harga seragam Rp 30 ribu per kilogram.
Daerah dengan Harga Tertinggi: Nias Utara Tembus Rp 55 Ribu
Meski mayoritas daerah menikmati harga murah, disparitas harga masih terlihat jelas di wilayah kepulauan. Harga cabai merah tertinggi tercatat di Kabupaten Nias Utara yang menyentuh Rp 55 ribu per kilogram, tepat di angka HET yang ditetapkan pemerintah.
Disusul Kabupaten Nias Barat dengan harga Rp 50 ribu per kilogram, dan Padang Lawas Utara (Paluta) yang dipatok Rp 45 ribu per kilogram. Kondisi ini menunjukkan biaya logistik yang tinggi masih menjadi faktor utama perbedaan harga antarwilayah di Sumatera Utara.
Cabai Rawit Justru Meroket, Sentuh Rp 70 Ribu
Berbanding terbalik dengan cabai merah, harga cabai rawit merah di Sumatera Utara justru melambung tinggi. Di Medan, komoditas ini kini dijual dengan harga Rp 65 ribu hingga Rp 70 ribu per kilogram.
Angka tersebut jauh di atas harga normal yang biasanya berkisar di level Rp 45 ribuan per kilogram. Lonjakan ini dipastikan memberatkan pedagang kuliner dan rumah tangga yang sangat bergantung pada cabai rawit sebagai bahan baku sambal.
Belum ada keterangan resmi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Sumatera Utara mengenai penyebab spesifik meroketnya harga cabai rawit. Namun, pola cuaca dan gangguan distribusi dari sentra produksi biasanya menjadi pemicu utama fluktuasi harga di tingkat konsumen.