Pencarian

BNPB Laporkan 9.278 Gempa Susulan Guncang NTT, Korban Jiwa Tetap 111 Orang

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 18:01:32 WIB
BNPB Laporkan 9.278 Gempa Susulan Guncang NTT, Korban Jiwa Tetap 111 Orang
BNPB melaporkan gempa susulan di NTT mencapai 9.278 kali dengan korban jiwa tetap 111 orang.

LINKARFAKTA.COM — Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan gempa susulan terbesar tercatat bermagnitudo 6,2, sementara yang terkecil bermagnitudo 1,0. Data ini disampaikan dalam konferensi pers daring yang digelar BNPB pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

"Untuk hari ini sama dengan hari kemarin tidak ada ketambahan orang yang meninggal kita temukan dan kita tetap berdoa mengharapkan untuk tidak ada lagi korban-korban yang lain ditemukan," jelas Berton.

Korban Terbanyak di Manggarai, Perempuan dan Lansia Dominan

Berdasarkan rincian wilayah terdampak, Kabupaten Manggarai menjadi daerah dengan korban jiwa terbanyak, yakni 45 orang. Disusul Manggarai Timur dengan 38 korban jiwa, Nagekeo 13 jiwa, Sikka 6 jiwa, Ngada 5 jiwa, Ende 3 jiwa, dan Manggarai Barat 1 jiwa.

Dari total 111 korban meninggal, sebanyak 56,4 persen merupakan perempuan dan 43,6 persen laki-laki. Data BNPB juga menunjukkan kelompok lanjut usia (lansia) menjadi korban terbanyak, diikuti kelompok dewasa, anak-anak dan remaja, serta balita dan batita.

Intensitas Gempa Susulan Masih Tinggi, Masyarakat Diminta Waspada

Tingginya frekuensi gempa susulan yang mencapai ribuan kali dalam rentang waktu relatif singkat menunjukkan aktivitas seismik di wilayah NTT masih belum stabil. Dari 9.278 kali getaran susulan, sebanyak 153 kali di antaranya memiliki magnitudo cukup besar hingga dapat dirasakan oleh warga.

Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi tim gabungan yang masih melakukan evakuasi dan penanganan darurat di lapangan. Meski tidak ada penambahan korban jiwa, potensi longsor susulan dan kerusakan bangunan yang telah retak akibat guncangan utama tetap menjadi ancaman bagi warga dan petugas.

BNPB mengimbau masyarakat yang tinggal di lereng-lereng perbukitan dan daerah aliran sungai untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya ikutan pascagempa. Tim tanggap darurat di tujuh kabupaten terdampak terus melakukan pendataan dan memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian dan evakuasi korban masih berlangsung di sejumlah titik yang sulit dijangkau akibat infrastruktur yang rusak. Pemerintah daerah bersama BNPB dan TNI-Polri masih memprioritaskan percepatan distribusi bantuan logistik ke lokasi-lokasi terisolasi.

Sumber: nasional.tvrinews.com

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks