Pencarian

Lawang Sewu Tembus 1,63 Juta Pengunjung, KAI Kaitkan dengan Mobilitas Semarang

Senin, 14 September 2026 • 08:02:31 WIB
Lawang Sewu Tembus 1,63 Juta Pengunjung, KAI Kaitkan dengan Mobilitas Semarang
Pengunjung mengantre di area masuk Lawang Sewu, Semarang.

LINKARFAKTA.COMParagraf pembuka: PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyoroti peran Lawang Sewu sebagai simpul antara sejarah perkeretaapian dan perkembangan Kota Semarang. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menegaskan hubungan itu bukan sekadar narasi wisata, melainkan bagian dari perjalanan masyarakat saat mengunjungi ibu kota Jawa Tengah tersebut.

Kinerja Kunjungan Lawang Sewu

Sepanjang 2024, Lawang Sewu menerima 639.091 pengunjung. Jumlah itu turun tipis menjadi 620.550 pengunjung pada 2025, lalu mencapai 376.997 pengunjung pada Januari–Agustus 2026.

Dengan capaian delapan bulan tersebut, kunjungan tahun ini sudah melewati separuh total sepanjang 2025. Secara kumulatif, Lawang Sewu mencatat 1.636.638 pengunjung sejak 2024 hingga Agustus 2026.

Bangunan yang berdiri di kawasan Tugu Muda itu dahulu menjadi kantor pusat Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Gedung utamanya mulai dibangun pada 1904 dan rampung pada 1907, lalu dikenal sebagai Lawang Sewu karena arsitekturnya yang punya banyak pintu dan jendela.

Mobilitas Penumpang di Dua Stasiun Semarang

Pada Januari–Agustus 2026, Stasiun Semarang Tawang melayani 1.262.315 pelanggan naik dan turun. Rinciannya, 628.946 pelanggan naik dan 633.369 pelanggan turun.

Stasiun Semarang Poncol mencatat angka lebih tinggi, yakni 1.867.005 pelanggan naik dan turun pada periode yang sama. Terdiri atas 902.984 pelanggan naik dan 964.021 pelanggan turun.

Gabungan keduanya membuat mobilitas penumpang kereta di Semarang menembus lebih dari 3,1 juta pelanggan sepanjang delapan bulan pertama 2026. Arus itu memperkuat posisi Semarang sebagai salah satu titik transit utama di jalur tengah Pulau Jawa.

Wisatawan Kota Semarang dan Peran Sektor Heritage

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang mencatat 7.345.373 wisatawan sepanjang 2024. Sebanyak 7.321.077 di antaranya wisatawan nusantara, sementara 24.296 lainnya wisatawan mancanegara.

Angka tersebut menempatkan Lawang Sewu sebagai salah satu penopang kunjungan wisata di kota itu. Posisinya yang berada di kawasan Tugu Muda membuat destinasi ini mudah dijangkau dari stasiun maupun pusat kota.

Anne menyebut masyarakat bisa mengenal sejarah perkeretaapian lewat bangunan, koleksi, dan informasi yang tersedia saat berkunjung. "Perjalanan kereta api memiliki hubungan erat dengan perkembangan berbagai kota di Indonesia, termasuk Semarang," ujarnya di Jakarta, Minggu (13/9/2026).

"Lawang Sewu menjadi salah satu peninggalan yang menyimpan cerita perjalanan perkeretaapian dari masa lalu hingga saat ini," kata Anne.

Apa Artinya bagi KAI dan Pariwisata Semarang

Bagi KAI, tingginya kunjungan Lawang Sewu memperkuat peran aset heritage sebagai bagian dari ekosistem transportasi, bukan unit terpisah. Penumpang yang turun di Tawang atau Poncol punya alasan menambah waktu tinggal di kota dan mengunjungi destinasi bersejarah.

Pola ini sejalan dengan strategi KAI menggarap wisata berbasis kereta, termasuk paket perjalanan dan promosi destinasi di sekitar stasiun. Dampaknya terasa pada sektor pendukung seperti kuliner, penginapan, dan transportasi lokal di kawasan Tugu Muda.

Ke depan, tantangannya adalah menjaga konsistensi kunjungan setelah periode Januari–Agustus. Dengan total wisatawan Semarang yang sudah menembus 7,3 juta orang pada 2024, ruang pertumbuhan Lawang Sewu masih terbuka — terutama jika integrasi dengan layanan kereta dan promosi digital terus diperkuat.

Sumber: liputan6.com

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks