Pencarian

Motor Listrik Nasional Molinas TKDN 40 Persen, Naik 60 Persen Tahun Depan

Jumat, 11 September 2026 • 11:02:31 WIB
Motor Listrik Nasional Molinas TKDN 40 Persen, Naik 60 Persen Tahun Depan
Dirjen ILMATE Kementerian Perindustrian Setia Diarta menyampaikan peta jalan Molinas dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI.

LINKARFAKTA.COM — Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, membeberkan peta jalan Molinas dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, kemarin. Angka TKDN 40 persen tahun ini bukan target akhir — tahun depan dinaikkan ke 60 persen.

Yang menarik, klaim kenaikan itu datang dari pernyataan kesiapan pihak Molinas sendiri, bukan hasil audit independen yang sudah dipublikasikan. "Kalau memang nanti sampai tahun ini 40 persen, tahun depan mereka juga sudah menyatakan kesiapan sampai 60 persen," kata Setia dalam RDP tersebut.

PT LEN Pegang Kendali Produksi, Kapasitas 100.000 Unit per Tahun

Pemerintah menunjuk PT LEN sebagai lead integrator Molinas. Perusahaan pelat merah itu akan menggandeng sejumlah industri untuk manufaktur dan perakitan.

Setia menyebut kapasitas kerja sama saat ini mencapai 100.000 unit per tahun dengan total investasi yang terlibat Rp 2,6 triliun. Angka itu masuk akal untuk tahap awal, tapi masih jauh dari volume pasar motor listrik nasional yang butuh ratusan ribu unit per tahun kalau mau menekan harga lewat skala ekonomi.

Mekanismenya, menurut Setia, adalah kerja sama industri dengan LEN sebagai integrator. Beberapa proses manufaktur dilakukan di dalam negeri, meski dia tidak merinci komponen mana saja yang benar-benar diproduksi lokal.

Ekosistem Molinas: Danantara, Baterai Karawang, sampai Charging Station PLN

Rantai pasok Molinas akan melibatkan beberapa pemain besar. Untuk R&D, LEN jadi lead integrator. Sektor baterai melibatkan CATIB dan CATL yang pabriknya sudah selesai dibangun di Karawang.

Setia juga menyebut perakitan oleh LEN baru berjalan setelah 2028. Sementara charging station akan memakai ekosistem PLN, plus distribusi, aftersales, dan pembiayaan yang belum dijelaskan skemanya.

  • Lead integrator: PT LEN
  • Kapasitas produksi: 100.000 unit per tahun
  • Total investasi: Rp 2,6 triliun
  • TKDN: 40 persen (2026), target 60 persen (2027)
  • Baterai: CATIB dan CATL, pabrik di Karawang
  • Charging: ekosistem PLN
  • Perakitan LEN: setelah 2028
  • Keterlibatan Danantara: belum dirinci

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Molinas Layak Dibeli

Ada beberapa hal yang belum dijawab dalam paparan ini. Pertama, harga jual. TKDN 40 persen biasanya dipakai untuk memenuhi syarat subsidi atau insentif, tapi tanpa angka harga OTR, konsumen tidak bisa menilai apakah Molinas bakal bersaing dengan motor listrik merek China yang sudah lebih dulu beredar.

Kedua, spesifikasi teknis. Tidak ada informasi soal kapasitas baterai (kWh), daya motor (kW), jarak tempuh, atau waktu pengisian. Ini data dasar yang wajib ada sebelum pembeli mengeluarkan uang puluhan juta.

Ketiga, timeline. Perakitan oleh LEN baru dimulai setelah 2028, sementara TKDN 60 persen ditargetkan tahun depan. Ada jarak antara klaim kesiapan komponen dan realisasi produksi massal yang perlu dijelaskan.

Keempat, jaringan aftersales. Motor listrik butuh bengkel dengan teknisi terlatih untuk sistem baterai dan motor traksi. Kalau distribusi dan servis masih mengandalkan ekosistem yang belum dibangun, pemilik awal berisiko jadi kelinci percobaan.

Posisi Molinas di Pasar Motor Listrik Indonesia

Pasar motor listrik dalam negeri saat ini didominasi merek China seperti Gesits (kerja sama Wika), Selis, United, dan Polytron yang sudah lebih dulu menjual produk ke konsumen. Molinas datang sebagai proyek pemerintah dengan bendera "nasional", tapi harus membuktikan diri di lapangan.

Kalau TKDN 60 persen benar tercapai tahun depan, Molinas berpotensi masuk daftar penerima insentif yang bisa menekan harga. Tapi insentif saja tidak cukup — kualitas produk, ketersediaan suku cadang, dan kecepatan servis yang menentukan apakah konsumen Indonesia mau pindah dari motor bensin.

Untuk sekarang, Molinas masih berupa peta jalan dan pernyataan kesiapan. Pembeli yang butuh motor listrik tahun ini sebaiknya tetap melihat produk yang sudah beredar, sambil menunggu apakah pemerintah benar-benar membuka detail harga dan spesifikasi Molinas dalam waktu dekat.

Sumber: oto.detik.com

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks