LINKARFAKTA.COM — Manado — PLN Unit Induk Distribusi (UID) Suluttenggo melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kotamobagu memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan mitra kerja di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara. Fokus utamanya: memastikan keandalan listrik bagi fasilitas publik, terutama rumah sakit daerah yang tengah dibangun.
General Manager PLN UID Suluttenggo Usman Bangun menyatakan pihaknya berkomitmen menghadirkan layanan listrik yang andal dan berorientasi pada kepuasan pelanggan. Komitmen itu diwujudkan lewat kunjungan silaturahmi dan dialog interaktif bersama para pemangku kepentingan di Boltim.
Siapa Saja yang Ditemui PLN
Rangkaian kunjungan menyasar tiga pihak utama. Pertama, jajaran Pemerintah Kabupaten Boltim yang disambut langsung Bupati Bolaang Mongondow Timur. Kedua, manajemen RSUD Bolaang Mongondow Timur. Ketiga, PT Brantas Abipraya selaku kontraktor pelaksana pembangunan RSUD Boltim.
Dari pertemuan itu, PLN menyerap aspirasi dan memastikan kebutuhan kelistrikan di wilayah tersebut terpenuhi secara optimal. Usman menegaskan keandalan pasokan listrik bagi fasilitas publik dan proyek strategis daerah menjadi prioritas utama di seluruh wilayah kerja PLN.
"Kami pastikan PLN siap mendukung penuh pembangunan infrastruktur daerah di Bolaang Mongondow Timur, khususnya fasilitas pelayanan publik seperti RSUD," ujar Usman.
Mengapa RSUD Butuh Listrik Tanpa Putus
Dalam pertemuan teknis bersama manajemen RSUD Boltim dan PT Brantas Abipraya, PLN membahas kebutuhan daya serta keandalan listrik. Pembahasan mencakup tahap konstruksi hingga kesiapan operasional penuh rumah sakit nantinya.
Penyiapan skema kelistrikan dinilai krusial karena rumah sakit merupakan fasilitas kesehatan vital. Pasokan listrik dituntut tanpa henti atau zero down time agar layanan medis tidak terganggu.
Manager PLN UP3 Kotamobagu Ade Arrang Malle Mantiri menyebut momen Hari Pelanggan Nasional dimanfaatkan untuk turun langsung mendengarkan kebutuhan nyata pelanggan di lapangan. Menurutnya, komunikasi dan koordinasi intensif sejak dini memungkinkan PLN memetakan kebutuhan kelistrikan secara presisi dan menyiapkan infrastruktur pendukung yang tepat.
Respons Pengelola Rumah Sakit
Direktur RSUD Bolaang Mongondow Timur dr Randya Permadi mengapresiasi langkah proaktif PLN UP3 Kotamobagu. Ia menilai kepastian pasokan listrik menjadi salah satu pilar vital dalam keberhasilan pembangunan serta operasional fasilitas kesehatan tersebut.
"Koordinasi sejak awal ini memberikan kepastian bahwa RSUD Boltim dapat melayani masyarakat secara maksimal tanpa kendala kelistrikan," kata Randya.
Sinergi antara PLN, pemerintah daerah, pengelola fasilitas umum, dan mitra kerja disebut menjadi kunci pelayanan kelistrikan yang responsif terhadap perkembangan dinamika daerah. Bagi warga Boltim, jaminan ini berarti akses layanan kesehatan yang lebih siap ketika rumah sakit mulai beroperasi penuh.