LINKARFAKTA.COM — Industri jalan tol kembali membuktikan diri sebagai lini bisnis yang menguntungkan. Jasa Marga, operator jalan tol terbesar di Indonesia, mencatatkan pertumbuhan laba dua digit pada semester pertama tahun ini meski aktivitas konstruksi sedikit melambat.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang dipublikasikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (31/8/2026), pendapatan tol perusahaan menembus Rp9,51 triliun hingga Juni 2026. Realisasi ini meningkat dari Rp8,90 triliun pada periode yang sama tahun 2025.
Laba Bersih Naik 8,67 Persen
Pertumbuhan pendapatan tersebut mendorong laba periode berjalan mencapai Rp2,63 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan perolehan semester I-2025 yang tercatat Rp2,42 triliun setelah disajikan kembali.
Direksi menyebut kinerja ini menunjukkan ketahanan fundamental bisnis di tengah tekanan ekonomi. Rata-rata, perseroan mengantongi keuntungan bersih sekitar Rp14,5 miliar setiap harinya selama enam bulan pertama tahun ini.
Tol Jakarta-Cikampek Jadi Penyumbang Terbesar
Beberapa ruas tol menjadi motor utama pendapatan perseroan. Jalan Tol Jakarta-Cikampek berkontribusi paling besar dengan setoran Rp935,6 miliar, disusul Jalan Tol Solo-Ngawi senilai Rp766,2 miliar.
Jalan Tol Jagorawi membukukan pendapatan Rp607,6 miliar, sementara Jalan Tol JORR Seksi Non-S menyumbang Rp599 miliar. Keempat ruas ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat di Pulau Jawa dan sekitar ibu kota.
Aset Tembus Rp163 Triliun
Dari sisi neraca, total aset Jasa Marga mencapai Rp163,21 triliun hingga 30 Juni 2026. Posisi ini tumbuh dari Rp159,99 triliun pada akhir Desember 2025.
Hak pengusahaan jalan tol masih menjadi komponen aset tak berwujud terbesar dengan nilai Rp142,74 triliun. Angka tersebut menunjukkan skala penguasaan Jasa Marga atas jaringan tol nasional yang terus bertambah.
Dividen Tunai Rp1,13 Triliun Sudah Dicairkan
Perusahaan tidak hanya mencetak laba di atas kertas. Pada 18 Juni 2026, JSMR telah mencairkan dividen tunai senilai Rp1,13 triliun yang berasal dari laba bersih tahun buku 2025.
Langkah ini menjadi kabar baik bagi pemegang saham di tengah ketidakpastian pasar. Sekaligus menegaskan komitmen perseroan menjaga keseimbangan antara ekspansi dan imbal hasil investasi.
Dengan pencapaian semester pertama ini, Jasa Marga menunjukkan industri jalan tol tetap menjadi sektor dengan prospek cerah. Terutama seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas logistik dan masyarakat yang semakin bergantung pada infrastruktur tol.