Pencarian

Gang Sederhana di Pleburan Semarang Jadi Incaran Pemburu Foto Berkat Rimbunan Bunga Bugenvil, Warga Ngaliyan Rela Jauh-Jauh

Senin, 31 Agustus 2026 • 03:01:31 WIB
Gang Sederhana di Pleburan Semarang Jadi Incaran Pemburu Foto Berkat Rimbunan Bunga Bugenvil, Warga Ngaliyan Rela Jauh-Jauh
Rimbunan bunga bugenvil di Jalan Pleburan III, Semarang Selatan, menjadi daya tarik bagi warga yang datang untuk berfoto.

SEMARANG — Sebuah gang sederhana di Jalan Pleburan III, Kelurahan Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan, berubah menjadi spot foto favorit anak muda. Daya tariknya bukan kafe atau tempat wisata, melainkan rimbunan bunga bugenvil yang tumbuh di sisi rumah warga dan menjuntai hingga menutupi dinding.

Pengunjung datang dari berbagai wilayah di Semarang untuk berfoto dengan latar bunga yang dianggap estetik. Mereka rela antre bergantian demi mendapatkan hasil gambar terbaik dengan ponsel masing-masing.

Datang Jauh dari Ngaliyan demi Latar Bunga Warna-warni

Nala dan Nana, dua remaja berusia 21 tahun asal Kecamatan Ngaliyan, mengaku mengetahui lokasi ini dari unggahan di Instagram dan TikTok. Padahal, keduanya merupakan warga asli Kota Semarang.

"Bagus banget, colorful. Bergerombol lucu bunganya," ucap Nana kepada Indoraya.News, Minggu (30/8/2026).

Menurut Nana, gang tersebut memberikan suasana berbeda tanpa harus datang ke tempat wisata. "Karena seru sih, kayak event foto bunga-bunga ala-ala Jepang," katanya.

Nala dan Nana sebenarnya sempat ingin menyambangi lokasi viral Tabebuya. Namun, bunga di lokasi tersebut sudah rontok sebelum mereka sempat datang. "Akhirnya ke sini," tutur Nana.

Bunga Bugenvil Ditanam Sejak 2019, Pemilik Rumah Tak Menyangka Viral

Tanaman yang kini menjadi primadona itu ternyata bukan sengaja ditanam untuk kepentingan wisata. Edi Hariyanto (78), pemilik rumah, mengatakan bunga bugenvil di dinding samping rumahnya pertama kali ditanam pada 2019.

Pria berusia 78 tahun itu mengaku tidak menyangka tanamannya kemudian ramai diperbincangkan dan didatangi warga untuk berfoto. "Enggak kepikiran juga bakal viral tahun 2024 itu. Tapi enggak papa, biar ramai kampungnya," kata Edi.

Pemilik Rumah Buka Suara soal Pengunjung yang Berdatangan

Edi tidak mempermasalahkan warga yang datang untuk berfoto, selama mereka tetap menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan. "Selama mereka tetap jaga ketertiban dan kebersihan, enggak apa-apa," ujarnya.

Kini, rimbunan bugenvil tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi Jalan Pleburan III. Gang yang sebelumnya hanya menjadi bagian dari permukiman warga itu perlahan dikenal sebagai salah satu sudut Kota Semarang yang menarik bagi pemburu foto.

Sumber: indoraya.news

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks