Pencarian

Harga Emas Perhiasan Turun Tipis, Lakuemas Jual Rp2,223 Juta per Gram

Senin, 14 September 2026 • 08:22:32 WIB
Harga Emas Perhiasan Turun Tipis, Lakuemas Jual Rp2,223 Juta per Gram
Harga jual emas perhiasan 24 karat di Lakuemas tercatat Rp2,223 juta per gram.

LINKARFAKTA.COM — Berdasarkan pantauan harga di pasar perhiasan hari ini, Lakuemas menetapkan harga jual emas perhiasan 24 karat di level Rp2,223 juta per gram. Sementara untuk kelas paling bawah, emas 9 karat dijual Rp761.000 per gram.

Di sisi lain, Rajaemas mencatat harga buyback atau pembelian kembali emas 24 karat di Rp2,24 juta per gram. Adapun untuk emas 5 karat, harga buyback berada di Rp433.000 per gram.

Rincian Harga Emas Perhiasan Hari Ini

Berikut daftar harga yang dipantau dari dua pedagang emas perhiasan utama pada Senin (14/9/2026):

  • Lakuemas 24 karat: Rp2,223 juta per gram (harga jual)
  • Lakuemas 9 karat: Rp761.000 per gram (harga jual)
  • Rajaemas 24 karat: Rp2,24 juta per gram (buyback)
  • Rajaemas 5 karat: Rp433.000 per gram (buyback)

Mengapa Harga Emas Perhiasan Bergerak Turun

Penurunan harga emas perhiasan hari ini tidak lepas dari pergerakan harga emas dunia. Logam mulia masih berada dalam tekanan seiring dolar AS yang bertahan kuat di pasar valuta asing.

Bagi konsumen yang ingin membeli perhiasan, penurunan tipis ini bisa menjadi momen untuk masuk. Namun perlu dicatat, harga emas perhiasan umumnya memiliki spread cukup lebar antara harga jual dan buyback, sehingga tidak ideal untuk tujuan investasi jangka pendek.

Apa Artinya bagi Pembeli dan Penjual Emas

Selisih antara harga jual dan harga buyback di emas perhiasan bisa mencapai 10-20 persen, tergantung kadar karat dan pedagangnya. Artinya, pembeli yang langsung menjual kembali di hari yang sama berpotensi mengalami kerugian.

Untuk investor yang ingin mendapatkan eksposur emas dengan spread lebih tipis, emas batangan atau produk emas digital umumnya menjadi pilihan. Sementara emas perhiasan lebih cocok untuk kebutuhan konsumsi dan pemakaian.

Investasi mengandung risiko.

Sumber: market.bisnis.com

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks