Pencarian

Rupiah Terpuruk ke Rp 17.744 di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Sinyal The Fed

Kamis, 27 Agustus 2026 • 16:19:01 WIB
Rupiah Terpuruk ke Rp 17.744 di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Sinyal The Fed
Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp 17.744 per dolar AS di tengah ketegangan geopolitik dan sinyal kebijakan The Fed.

LINKARFAKTA.COM — Harapan meredanya konflik Timur Tengah sempat muncul. Rencana pertemuan antara Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, dengan pihak Iran menjadi katalis awal. Kabar kesepakatan Iran dan Oman soal pengelolaan Selat Hormuz juga ikut meredakan kekhawatiran pasokan minyak global.

Namun, pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai posisi Iran dan Amerika Serikat masih berjauhan. Ketidakpastian geopolitik belum sepenuhnya hilang dan terus membayangi pergerakan nilai tukar rupiah.

Data AS dan Sinyal The Fed Jadi Penentu Arah Pasar

Dari Amerika Serikat, pelaku pasar menanti rilis data klaim awal tunjangan pengangguran mingguan. Pidato Gubernur The Fed, Kevin Warsh, pada Jumat (28/8) juga menjadi sorotan utama untuk mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga.

Inflasi AS pada Juli bertahan di level 3,3% secara tahunan. Angka ini menjadi pertimbangan utama bank sentral dalam menentukan langkah moneter selanjutnya, yang pada akhirnya memengaruhi pergerakan dolar dan mata uang lainnya, termasuk rupiah.

Demonstrasi di Depan DPR dan Sentimen Domestik yang Menekan

Dari dalam negeri, pasar mengamati dinamika politik terkini. Aksi demonstrasi di depan Gedung DPR berlangsung tertib dan damai. Sejumlah anggota dewan turun menemui massa untuk menyerap aspirasi, termasuk soal percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset.

Sentimen domestik juga dibayangi penurunan kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Survei Tempo Data Science mencatat tingkat kepuasan pada Agustus 2026 hanya 37 persen, turun drastis dari 58 persen pada Maret dan 75 persen pada Desember 2025.

Harga kebutuhan pokok yang tinggi menjadi pemicu utama ketidakpuasan. Indikator ini kerap menjadi perhatian pelaku pasar terhadap daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.

Dengan sentimen yang bercampur, pergerakan rupiah diprediksi masih fluktuatif. Pelaku pasar akan terus mencermati perkembangan geopolitik global dan data ekonomi AS sebagai penentu arah nilai tukar.

Sumber: katadata.co.id

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks