JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengajukan penerbitan obligasi daerah kepada DPRD untuk membiayai sejumlah proyek strategis, salah satunya pembangunan lanjutan LRT Jakarta fase 1C rute Manggarai-Dukuh Atas. Skema pembiayaan di luar APBD ini ditempuh agar pembangunan infrastruktur transportasi tidak bergantung penuh pada anggaran pendapatan dan belanja daerah.
Investasi Rp2,7 Triliun untuk Jalur dan 16 Train Set Baru
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan, kebutuhan pendanaan proyek ini membengkak setelah memperhitungkan pengadaan sarana kereta. Awalnya nilai investasi tercatat sekitar Rp2,9 triliun, namun angka terbaru yang disampaikan Pramono mencapai Rp2,7 triliun dengan cakupan yang lebih spesifik.
"Ternyata harus ada investasi untuk train set-nya yang jumlahnya kurang lebih 16, sehingga totalnya menjadi Rp2,7 triliun," kata Pramono dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).
Berdasarkan data di situs investasi Pemprov DKI, proyek fase 1C ini diperkirakan melayani rata-rata 20.554 penumpang per hari. Dari sisi kelayakan, proyek ini memiliki tingkat pengembalian investasi (IRR) 12,3 persen dengan periode pengembalian modal sekitar 17 tahun.
Dukuh Atas Jadi Simpul Integrasi Enam Moda Transportasi
Kehadiran LRT Jakarta di Dukuh Atas bakal melengkapi ekosistem transportasi yang sudah ada di kawasan tersebut. Penumpang nantinya bisa berpindah moda ke MRT Jakarta, Kereta Bandara, KRL Commuter Line, LRT Jabodebek, hingga TransJakarta dalam satu kawasan.
Dukuh Atas juga akan terhubung langsung dengan Transport Hub yang dikelola PT MRT Jakarta. Integrasi ini berpotensi memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai pusat transit utama yang menghubungkan Jakarta Pusat dengan wilayah penyangga.
Rencana Sambungkan Velodrome-Whoosh dan Kelapa Gading-JIS
Perpanjangan hingga Dukuh Atas bukan akhir dari pengembangan jaringan LRT Jakarta. Pemprov DKI menyiapkan dua koridor tambahan, yakni konektivitas dari Velodrome menuju Stasiun Whoosh serta jalur dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium (JIS).
Jika seluruh jaringan terealisasi, Pramono optimistis LRT Jakarta bisa menjadi tulang punggung transportasi publik yang menghubungkan Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, hingga Jakarta Pusat. "Dan kalau itu sudah terkoneksi, maka mudah-mudahan transportasi di Jakarta menjadi jauh lebih baik," ujarnya.
Obligasi Daerah Juga Biayai Rumah Sakit Internasional
Selain proyek LRT, penerbitan obligasi daerah direncanakan untuk mendukung pembangunan rumah sakit internasional di eks lahan Sumber Waras. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI mencari sumber pembiayaan alternatif di tengah keterbatasan fiskal daerah.
Dengan perluasan jalur hingga Dukuh Atas serta rencana konektivitas menuju kawasan strategis lain, pembangunan LRT diharapkan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi sekaligus memperkuat integrasi antarmoda di Ibu Kota.