Pencarian

Mazda Masih Pakai Tanah Liat untuk Desain Kodo, Ini Alasannya

Minggu, 13 September 2026 • 10:42:31 WIB
Mazda Masih Pakai Tanah Liat untuk Desain Kodo, Ini Alasannya
Model tanah liat skala penuh digunakan Mazda dalam proses desain Kodo.

LINKARFAKTA.COM — Pabrikan lain sibuk mengandalkan AI, VR, dan simulasi komputer untuk mempercepat proses desain. Mazda justru bertahan dengan pendekatan yang sudah dipakai industri otomotif sejak puluhan tahun lalu: tanah liat. Bukan karena gaptek, tapi karena ada satu hal yang tidak bisa direplikasi layar monitor.

Dari Sketsa ke Tanah Liat: Alur Desain Mazda

Prosesnya dimulai seperti produsen lain. Desainer Mazda menuangkan ide lewat sketsa tangan dan computer-aided design (CAD). Dari puluhan gagasan, dipilih beberapa konsep yang layak dibawa ke tahap tiga dimensi.

Di titik inilah Mazda mengambil jalur berbeda. Alih-alih langsung memotong bodi lewat mesin CNC atau mencetak 3D, desain tersebut dibentuk ulang pakai tanah liat khusus kelas otomotif. Model fisik ini biasanya dibuat dalam skala penuh, bukan miniatur.

Kenapa Tanah Liat, Bukan Layar 4K?

Jawabannya ada di cahaya. Permukaan bodi mobil yang terlihat mulus di layar komputer bisa memperlihatkan cacat halus begitu dibentuk fisik dan disorot lampu ruangan. Lekukan yang terlalu tajam, transisi panel yang tidak rata, atau refleksi yang aneh — semua itu baru kelihatan saat model tanah liat diputar di bawah pencahayaan nyata.

Bagi Mazda, aspek paling krusial dalam desain bukan sekadar bentuk, tapi bagaimana cahaya berinteraksi dengan bodi. Inilah yang melahirkan karakter Kodo — bahasa desain Mazda yang mengandalkan garis dinamis seolah mobil bergerak meski sedang diam.

Apa Artinya untuk Konsumen Indonesia

Pendekatan ini menjelaskan kenapa Mazda CX-5, Mazda 3, atau CX-60 punya karakter visual yang sulit ditiru kompetitor di kelasnya. Dari foto, bodi Mazda sering terlihat "hidup" karena refleksi cahaya di permukaannya konsisten dari berbagai sudut.

Konsekuensinya, siklus desain Mazda cenderung lebih lambat dibanding merek yang mengandalkan simulasi digital penuh. Model facelift atau generasi baru tidak muncul sesering kompetitor. Tapi Mazda tampaknya menerima trade-off itu demi konsistensi bahasa desain.

Yang Perlu Diperhatikan

  • Metode clay model memakan waktu dan biaya lebih besar dibanding alur digital penuh — ini salah satu alasan harga Mazda sering berada di atas kompetitor sekelas
  • Belum ada informasi resmi dari Mazda Indonesia soal model baru yang sedang digarap dengan metode ini
  • Teknologi digital tetap dipakai di tahap awal, jadi bukan berarti Mazda menolak komputer sama sekali

Verdict

Buat kamu yang menilai mobil dari foto dan spesifikasi di brosur, pendekatan tanah liat Mazda mungkin terdengar seperti romantisme industri yang tidak relevan. Tapi begitu melihat Mazda 3 atau CX-5 langsung di showroom, perbedaan karakter bodinya baru terasa.

Pertahankan metode ini masuk akal selama Mazda masih menjual "desain" sebagai nilai jual utama. Kalau suatu saat Mazda memutuskan beralih ke alur digital penuh demi efisiensi, kita bakal tahu apakah Kodo masih bisa mempertahankan karakternya tanpa tanah liat.

Sumber: otomotif.sindonews.com

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks