KUDUS — Kabupaten Kudus memperkuat upaya penurunan angka stunting lewat Festival Keluarga Sehat 2026 yang mengusung tema "Jaga Generasi Emas, Merdeka Lawan Stunting". Acara yang berlangsung dua hari di Alun-Alun Simpang Tujuh ini tidak hanya menyuguhkan edukasi gizi, tetapi juga menghadirkan layanan pemeriksaan tumbuh kembang anak hingga konsultasi psikologi bagi keluarga.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Abdul Hakam mengatakan, keterlibatan sedikitnya 12 dokter spesialis anak yang bertugas dalam beberapa sif menjadi kesempatan emas untuk melakukan skrining ulang terhadap anak yang sebelumnya terindikasi stunting di puskesmas.
"Harapannya nanti bisa lebih spesifik dalam menentukan anak-anak stunting maupun terapi anak-anak stunting," ujarnya, Rabu (26/8/2026).
Skrining Ulang untuk Deteksi Penyebab Lain
Abdul Hakam menjelaskan, pemeriksaan oleh dokter spesialis tidak hanya memastikan status gizi anak, tetapi juga untuk menyingkirkan kemungkinan faktor lain yang memicu gangguan pertumbuhan. Kondisi seperti kelainan jantung bawaan atau penyakit bawaan lain bisa menjadi penyebab yang tidak terdeteksi jika hanya diperiksa di tingkat puskesmas.
Berdasarkan data hingga Juli 2026, jumlah anak stunting di Kabupaten Kudus tercatat mengalami penurunan sekitar 0,3 persen pada semester berjalan. Kehadiran para spesialis ini diharapkan mampu mempercepat target penurunan angka tersebut secara lebih signifikan.
Rangkaian Kegiatan Sebelum Festival
Festival Keluarga Sehat 2026 bukan acara seremonial satu kali. Rangkaiannya telah berjalan sejak 19 Juli hingga 9 Agustus 2026 melalui dua program utama: Aksi Rumah Resik Sehat (SIKAT) dan Belanja Pinter Gizine Bener (BPGB).
Program SIKAT diikuti 2.311 peserta dari empat desa, yakni Desa Wonosoco, Desa Gribig, Desa Mejobo, dan Desa Klaling. Kegiatan ini mengukur sekaligus memperkuat praktik kebersihan rumah tangga sebagai fondasi pencegahan stunting. Aksi jalan sehat sambil memungut sampah juga digelar untuk mengajak warga berkomitmen menjaga lingkungan.
Sementara itu, BPGB mendorong masyarakat lebih sadar dalam memilih bahan makanan sehari-hari. Komposisi yang diperhatikan meliputi karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayur dan buah, serta pelengkap berupa susu.
Kolaborasi Lintas Sektor
Program Director Bakti Sosial Djarum Foundation Achmad Budiharto menegaskan, pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama keluarga sebagai lingkungan pertama tumbuh kembang anak. Edukasi mengenai gizi, kesehatan ibu dan anak, serta pemantauan tumbuh kembang perlu dilakukan secara berkelanjutan, bukan sekadar acara tahunan.
"Festival Keluarga Sehat menghadirkan perpaduan edukasi kesehatan, layanan kesehatan, aktivitas keluarga, hingga hiburan yang dapat dinikmati bersama keluarga," kata Achmad.
Selama dua hari pelaksanaan, pengunjung dapat mengakses layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang melibatkan 19 puskesmas se-Kabupaten Kudus. Selain itu, tersedia pula layanan psikologi bagi anak dan keluarga untuk mendukung kesehatan mental sebagai bagian integral dari tumbuh kembang anak.