Pencarian

Rally Wisata Wondama dan Festival Budaya Kuweta Digelar Awal November di Teluk Wondama

Kamis, 10 September 2026 • 10:21:31 WIB
Rally Wisata Wondama dan Festival Budaya Kuweta Digelar Awal November di Teluk Wondama
Bupati Teluk Wondama Elysa Auri menerima audiensi Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia di Kantor Bupati Teluk Wondama.

LINKARFAKTA.COM — Dua agenda besar tengah dimatangkan di Teluk Wondama: Rally Wisata Wondama dan Festival Budaya Kuweta. Keduanya dirancang sebagai ruang pertemuan antara hasil kerja akademik, masyarakat adat, dan pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama menerima langsung tim dari Universitas Indonesia untuk membahas persiapan tersebut.

Siapa yang Duduk di Meja Koordinasi

Audiensi di Kantor Bupati Teluk Wondama melibatkan Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (TEP UI) yang berkoordinasi dengan Kementerian Transmigrasi RI dan Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS) UI.

Dari pihak kampus hadir Assoc. Prof. Dr. Hendra Kaprisma (Ketua Tim 7), Dwi Kristianto, S.Hut., M.Kesos. (Ketua Tim 10), dan Karin Amelia Safitri, S.Pd., M.Si., CRMO., QWP. (Ketua Tim 15), bersama seluruh anggota tim.

Bupati Teluk Wondama Elysa Auri, S.E., M.M. menerima langsung, didampingi Asisten Bupati Drs. Amiruddin, Kepala Dinas Koperindagkop Ekbekson Karubuy, S.E., Plt. Kepala Dinas Pariwisata Bertha Auri, S.Si., M.Si., serta pejabat daerah Benny Palapessy, S.Sos., dan Early T. Pahlinary, S.STP.

Lima Klaster yang Jadi Fondasi Acara

Program awal November ini mengintegrasikan hasil kerja 20 tim TEP UI yang sebelumnya bertugas di Werianggi–Werabur. Cakupannya terbagi dalam lima klaster: pendidikan dan kesehatan, pertanian dan perkebunan, pengembangan komoditas unggulan, ekonomi kreatif, serta adat dan budaya.

Melalui Rally Wisata Wondama dan Festival Budaya Kuweta, kelima klaster itu dipertemukan dengan masyarakat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lain dalam satu panggung bersama.

Manfaat Nyata Jadi Syarat Utama

Bupati Elysa Auri menekankan bahwa keberlanjutan program dan dampaknya bagi warga menjadi ukuran utama keberhasilan acara.

"Jangan hanya berfokus pada kemeriahan acaranya saja, tetapi harus ada wujud konkret dan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," tegas Elysa Auri.

Assoc. Prof. Dr. Hendra Kaprisma menegaskan posisi acara ini bukan sekadar seremonial.

"Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial. Kami ingin mengintegrasikan hasil kerja berbagai tim menjadi sebuah gerakan bersama yang memperkenalkan potensi Werianggi–Werabur sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan," ujar Hendra.

Rally Wisata dan Festival Budaya: Apa yang Ditawarkan

Rally Wisata Wondama dirancang untuk memperkenalkan jalur darat menuju Werianggi–Werabur. Jalur yang selama ini dipandang sebagai tantangan aksesibilitas didorong menjadi koridor yang menghubungkan pariwisata, ekonomi lokal, dan peluang investasi.

Sementara Festival Budaya Kuweta menyorot kekayaan adat, budaya, dan kuliner masyarakat Teluk Wondama. Kegiatan ini juga diarahkan memperkuat identitas lokal serta peran masyarakat adat dalam pembangunan kawasan.

"Kami ingin Rally Wisata Wondama dan Festival Budaya Kuweta tidak hanya menjadi ruang perayaan budaya, tetapi juga menjadi media untuk memperkuat identitas masyarakat dan memperkenalkan potensi Wondama kepada publik yang lebih luas," kata Dwi Kristianto.

Catatan untuk Traveler yang Berminat Hadir

Teluk Wondama berada di Papua Barat dan dikenal sebagai gerbang Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Kawasan Werianggi–Werabur sendiri tergolong wilayah transmigrasi yang selama ini menghadapi tantangan keterisolasian.

Hingga berita ini diturunkan, jadwal pasti per hari, lokasi venue, harga tiket, serta opsi akomodasi dan transportasi menuju lokasi belum dirinci oleh panitia. Traveler yang berencana hadir sebaiknya memantau pengumuman resmi dari Dinas Pariwisata Teluk Wondama atau kanal informasi Pemkab Teluk Wondama menjelang November.

Perlu diingat, akses darat ke Werianggi–Werabur menjadi salah satu fokus yang ingin diperkenalkan lewat rally ini. Artinya, rute perjalanan bisa berbeda dari jalur wisata Teluk Wondama yang biasa ditempuh wisatawan.

Rally Wisata Wondama dan Festival Budaya Kuweta berpotensi menjadi alasan baru menjadwalkan perjalanan ke Papua Barat pada awal November. Selain menyaksikan atraksi budaya dan kuliner lokal, wisatawan bisa melihat langsung bagaimana kawasan transmigrasi Werianggi–Werabur diproyeksikan tumbuh sebagai simpul ekonomi dan pariwisata baru. Pantau informasi resmi sebelum berangkat, terutama soal jadwal, akses, dan penginapan.

Sumber: mediasulawesi.id

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks