Pencarian

Mengenal Bir Pletok dan Budaya Betawi di Kampung Condet, Jakarta Timur

Kamis, 03 September 2026 • 22:02:01 WIB
Mengenal Bir Pletok dan Budaya Betawi di Kampung Condet, Jakarta Timur
Peserta internasional belajar meracik bir pletok, minuman tradisional Betawi berbahan rempah, di Kampung Condet, Jakarta Timur.

LINKARFAKTA.COM — Condet selama ini dikenal sebagai sentra buah salak dan kawasan cagar budaya Betawi di Jakarta. Tidak hanya menjadi ruang terbuka hijau, Kampung Condet kini juga berfungsi sebagai lokasi belajar budaya bagi tamu dari mancanegara, mulai dari praktik meracik minuman herbal hingga mencoba permainan rakyat yang semakin jarang ditemui di ibu kota.

Kampung Condet: Jantung Budaya Betawi di Jakarta Timur

Kegiatan bertajuk "Introduction to Betawi Culture: Indonesian Arts and Culture Scholarship Awardees" berlangsung di RPTRA Udara Segar 126, Jakarta Timur. Lokasi ini menjadi titik pertemuan antara mahasiswa internasional dengan warga lokal yang sehari-hari melestarikan tradisi Betawi.

Yayang Kustiyawan, perwakilan Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Jakarta Timur, menilai Condet memiliki warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Ia menambahkan, kawasan ini juga menyimpan kekayaan tradisi dan keragaman hayati yang jarang dimiliki daerah lain di Jakarta.

Workshop Bir Pletok dan Permainan Tradisional

Para peserta internasional tidak sekadar menjadi penonton. Mereka diajak praktik langsung membuat bir pletok, minuman tradisional Betawi berbahan rempah yang kerap disajikan dalam acara adat maupun penyambutan tamu.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Condet, Dicky Arfansuri, menjelaskan kegiatan hari itu berfokus pada dua hal utama. "Hari ini kita melaksanakan workshop membuat bir pletok, sebuah minuman tradisional Betawi, kemudian workshop permainan tradisional ketapel dan pletokan," ujarnya kepada peserta.

Berikut aktivitas yang bisa dijumpai wisatawan saat berkunjung ke Kampung Condet:

1. Meracik Bir Pletok

Peserta belajar memilih dan mengolah rempah khas Betawi menjadi minuman yang awalnya diciptakan sebagai pengganti alkohol. Proses pembuatannya melibatkan jahe, serai, dan kayu secang yang memberikan warna merah alami.

2. Bermain Ketapel dan Pletokan

Dua permainan rakyat ini menjadi pengalaman tersendiri bagi peserta asing. Warga lokal mendampingi langsung cara menggunakan ketapel dan pletokan, sambil bercerita tentang masa kecil anak-anak Betawi di kampung.

3. Menyaksikan Tradisi Palang Pintu

Salah satu warisan budaya Betawi yang paling ikonik, tradisi Palang Pintu turut dipertunjukkan. Prosesi yang biasanya mengiringi acara pernikahan ini memperlihatkan adu pantun dan silat antara utusan mempelai pria dan wanita.

Peran Condet dalam Diplomasi Budaya

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) yang difasilitasi Kementerian Luar Negeri RI bersama UNJ. Sebanyak 10 negara mengirimkan peserta, antara lain Vietnam, Laos, Kamboja, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Papua Nugini, dan Timor-Leste.

Direktur Diplomasi Publik Kemenlu RI, Ani Nigeriawati, mengatakan pemilihan Condet sebagai lokasi belajar bukan tanpa alasan. "Hari ini secara spesifik kita belajar tradisi Betawi sebagai kelompok etnik Jakarta dan masyarakat Betawi," katanya.

Ia berharap pengalaman di Condet tidak berhenti sampai di sini. "Ketika kalian kembali dan berkunjung ke sini, orang-orang di sini akan menyambut kalian. Semoga semua senang dan belajar banyak dari kegiatan ini," ujarnya.

Bagi wisatawan domestik yang ingin merasakan pengalaman serupa, Kampung Condet menawarkan suasana yang kontras dengan hiruk-pikuk Jakarta. Interaksi langsung dengan warga melalui Pokdarwis menjadi pintu masuk untuk memahami kehidupan sosial dan budaya masyarakat Betawi secara lebih dekat.

Sri Rahayu, Sekretaris Kantor Urusan Internasional (KUI) UNJ, menegaskan bahwa pembelajaran budaya melalui interaksi langsung membuat peserta tidak hanya mengenal Indonesia dari sisi akademik. "Menurut saya kegiatan ini keren karena membumi. Kegiatan ini menyatu dengan masyarakat, sambil mempelajari sekaligus mendalami budaya yang ada di masyarakat," tuturnya.

Setelah rangkaian pengenalan budaya di Condet, para peserta akan mempersiapkan penampilan seni Nusantara untuk acara penutupan yang dijadwalkan pada 16 September 2026. Mereka akan menampilkan pencak silat, tarian daerah, dan lagu-lagu Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas pengalaman yang diperoleh selama di Jakarta.

Sumber: poskota.co

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks