Pencarian

Bayi Perlu Merangkak Sebelum Berjalan: 5 Alasan dan Cara Stimulasinya

Minggu, 13 September 2026 • 09:02:31 WIB
Bayi Perlu Merangkak Sebelum Berjalan: 5 Alasan dan Cara Stimulasinya
Bayi umumnya mulai merangkak pada usia 7 hingga 10 bulan menurut National Health Services (NHS) UK.

LINKARFAKTA.COM — Merangkak bukan sekadar fase yang dilewati begitu saja. Menurut National Health Services (NHS) UK, bayi umumnya mulai merangkak di usia 7 hingga 10 bulan, dan di momen inilah ia pertama kali belajar mandiri serta menjelajahi lingkungan sekitarnya.

Sebagian bayi bahkan sudah bisa merangkak dengan tangan dan lutut sejak usia 6-9 bulan. Ada juga yang berguling-guling dengan perut menempel di lantai, yang dikenal sebagai merangkak ala komando, sekitar usia 9 bulan.

Mengapa Merangkak Penting untuk Tumbuh Kembang Bayi

Pakar kesehatan saraf Jeremy Schmoe dari The Functional Neurology Center menegaskan bahwa fase ini punya peran besar bagi perkembangan otak dan tubuh bayi.

"Merangkak dengan tangan dan lutut sangat penting untuk perkembangan otak dan tubuh yang baik. Biarkan bayi merangkak selama yang diinginkan. Nanti saat ia berjalan sendiri, ia akan terus merasakan manfaatnya," ujarnya.

Merangkak juga tercatat sebagai salah satu tonggak utama perkembangan anak menurut Pregnancy, Birth and Baby. Berikut lima alasan mengapa fase ini sebaiknya tidak dilewati.

1. Melatih Kekuatan Fisik Bayi

Saat merangkak, bayi belajar menumpukan beban tubuh pada tangannya. Proses ini membangun kekuatan dan stabilitas di area bahu.

Kekuatan tersebut nantinya dipakai untuk keterampilan lain, seperti makan sendiri, mewarnai, menulis, hingga berpakaian tanpa bantuan.

2. Menjaga Keseimbangan Tubuh

Aktivitas merangkak membantu mengembangkan sistem keseimbangan atau vestibular bayi. Bukan hanya itu, kemampuan sensorik, kognitif, dan koordinasi juga ikut terlatih.

Menurut Nationwide Children's Hospital, manfaat ini yang membuat bayi lebih siap menghadapi tahap gerak berikutnya.

3. Memengaruhi Postur Saat Berjalan

Sebuah studi tahun 2021 dalam jurnal Infancy menemukan bahwa pengalaman merangkak berpengaruh pada kemampuan bayi berjalan dan menghindari jatuh. Bayi yang pernah merangkak juga lebih mudah belajar persepsi dari posisi merangkak ke postur berdiri.

4. Melatih Koordinasi Tangan dan Kaki

Merangkak melatih koordinasi bilateral, yakni kemampuan menggerakkan lengan dan kaki secara bersamaan. North Shore Pediatric Therapy menyebut keterampilan ini sebagai fondasi penting bagi anak.

Jika fase merangkak terlewat, kekuatan tubuh bagian atas bisa kurang terlatih. Anak juga berisiko kesulitan menguasai gerakan lateral yang dibutuhkan otak untuk membaca, menulis, dan memahami pelajaran saat sekolah nanti.

5. Mendukung Sistem Visual Motorik

Saat merangkak, bayi memindai lingkungan dengan mata sambil menyesuaikan gerakan tubuhnya. Latihan ini berperan besar dalam mengembangkan sistem visual motorik yang akan ia pakai seumur hidup.

Cara Stimulasi Bayi agar Mau Merangkak

Supaya Si Kecil lebih semangat melewati fase ini, Ibu bisa mencoba beberapa langkah sederhana berikut di rumah.

1. Rutin Tummy Time

Biarkan bayi tengkurap dan menjelajah dari posisi ini. Latihan tengkurap memperkuat otot leher, punggung, dan bahu, sekaligus melatih kontrol kepala yang jadi modal utama merangkak.

2. Temani Bayi Bermain

Bayi tidak butuh mainan mahal untuk belajar merangkak. Cukup hadir secara fisik dan temani ia bermain. Letakkan mainan favoritnya sedikit di luar jangkauan supaya ia terdorong merangkak meraihnya.

3. Ciptakan Lingkungan yang Aman

Begitu bayi mulai tertarik merangkak, ia akan meraih, menarik, dan memasukkan apa pun ke mulutnya. Tutup area yang berpotensi berbahaya, termasuk sudut tajam dan barang mudah pecah.

Jangan lupa singkirkan benda kecil seperti koin, baterai kancing, atau peniti yang terjatuh. Semua ini berisiko membuat bayi tersedak.

4. Pijat Bayi Secara Rutin

Pijatan membantu merelaksasi otot dan melancarkan sirkulasi darah bayi. Lakukan dengan perlahan dan sesuaikan kekuatan pijatan dengan kondisi tubuh Si Kecil.

5. Ajak Membaca Buku Sambil Berlatih Duduk

Di usia sekitar 7-9 bulan, Ibu bisa mengajak bayi duduk di lantai sambil membaca buku bersama. Aktivitas ini melatih keseimbangan tubuhnya sekaligus memperkuat otot inti yang dibutuhkan untuk merangkak.

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter?

Setiap bayi punya tempo perkembangan yang berbeda. Namun, jika Si Kecil belum menunjukkan tanda-tanda bergerak aktif atau menopang tubuhnya di usia 10 bulan, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter anak.

Dokter bisa membantu memastikan apakah ada hambatan pada perkembangan motoriknya atau bayi hanya butuh waktu dan stimulasi tambahan.

Merangkak adalah fase yang memberi bekal besar bagi kekuatan, keseimbangan, dan koordinasi bayi sebelum ia melangkah. Dengan stimulasi yang tepat dan lingkungan yang aman, Ibu bisa mendampingi Si Kecil melewati tahap ini dengan lebih tenang.

Sumber: haibunda.com

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks