LINKARFAKTA.COM — Banyak orang tua membayangkan memasukkan anak ke basket atau renang supaya badannya tumbuh jangkung. Anggapan itu perlu diluruskan: tinggi badan anak ditentukan oleh kombinasi genetik, gizi, tidur, dan kondisi kesehatan, bukan oleh satu jenis latihan.
Berapa Lama Anak Perlu Bergerak Setiap Hari?
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan anak usia 5–17 tahun beraktivitas fisik intensitas sedang hingga berat rata-rata 60 menit per hari. Untuk penguatan otot dan tulang, aktivitas intensitas berat dilakukan minimal tiga hari dalam seminggu.
Tidak harus selalu berupa olahraga formal. Bermain lari-larian di kompleks, bersepeda ke sekolah, atau ikut senam keluarga juga dihitung sebagai aktivitas harian.
Olahraga Apa yang Tepat untuk Anak?
dr Surya Santosa, SpKO dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan mengingatkan bahwa pengenalan gerak harus bertahap. Pada usia dini, anak lebih cocok mendapat permainan yang melatih koordinasi — misalnya berlari, melompat, melempar, dan menjaga keseimbangan.
"Seiring bertambahnya usia dan kemampuan, anak dapat diperkenalkan pada aktivitas fisik maupun olahraga yang lebih terstruktur. Yang terpenting bukan memilih satu olahraga tertentu untuk mengejar tinggi badan, tetapi memastikan anak aktif secara rutin, menikmati aktivitasnya, dan mendapatkan variasi gerak yang sesuai dengan usianya," jelas dr Surya.
Pilihan olahraga pun beragam: basket, renang, sepak bola, bulu tangkis, senam, hingga latihan penguatan otot. Kuncinya adalah teknik yang benar dan tetap dalam pengawasan orang dewasa agar tidak berisiko cedera.
Faktor yang Lebih Menentukan daripada Pilihan Olahraga
Selain aktivitas fisik, pertumbuhan anak dipengaruhi oleh faktor genetik, kecukupan gizi, kualitas tidur, dan kesehatan menyeluruh. Tanpa asupan nutrisi seimbang dan tidur cukup, rutinitas olahraga saja tidak cukup untuk mendukung pertumbuhan optimal.
dr Eddy Fadlayana, SpA(K), MKes dari Mayapada Hospital Bandung juga menekankan pentingnya membaca potensi anak. "Orang tua perlu menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemantauan tumbuh kembang secara berkala agar setiap hambatan dapat dikenali dan ditangani sedini mungkin."
Kapan Perlu Ke Dokter?
Orang tua sebaiknya tidak menunggu terlalu lama jika tinggi badan anak terlihat stagnan. Jika kurva pertumbuhan di buku KMS melambat atau tidak bertambah sesuai usia, segera konsultasikan ke dokter spesialis anak.
Dukungan Medis yang Tersedia
Jika membutuhkan evaluasi lebih lanjut, Mayapada Hospital memiliki Pediatric Center dengan klinik tumbuh kembang dan neurobehavior, terapi okupasi, fisioterapi anak, hingga tes kesiapan sekolah. Layanan ini tersedia di unit Jakarta Selatan, Kuningan, Jakarta Timur, Tangerang, Bogor, Bandung, Surabaya, dan Nusantara. Untuk kasus kegawatdaruratan, Pediatric Emergency dengan dokter spesialis anak standby 24 jam on-site ada di MHJS Kuningan, Bogor, dan Bandung.
Pada akhirnya, orang tua tidak perlu terpaku pada satu cabang olahraga "peninggi badan". Pilih aktivitas yang membuat anak Anda senang bergerak, pastikan pola makan dan tidurnya terjaga, lalu pantau pertumbuhannya bersama tenaga kesehatan.