BOYOLALI — Aktivitas perdagangan pisang di Pasar Pisang Juwangi, Boyolali, berlangsung pada hari pasaran Wage, Legi, dan Pon. Pada hari-hari tersebut, kawasan pasar dipadati pedagang dan pembeli yang datang dari berbagai wilayah, Selasa (1/9/2026).
Pasar ini menjadi salah satu pusat perdagangan pisang di Jawa Tengah. Komoditas yang diperjualbelikan beragam, mulai dari pisang kepok, raja, tanduk, hingga pisang emas.
Pasokan dari Juwangi dan Grobogan
Sebagian besar pasokan pisang di pasar ini berasal dari Kecamatan Juwangi dan daerah sekitar, termasuk Kabupaten Grobogan. Kedekatan geografis membuat rantai pasok komoditas ini berjalan lancar.
Kehadiran pasar ini menjadi penggerak ekonomi warga setempat. Petani mendapatkan tempat penjualan yang jelas, sementara pedagang memperoleh sumber pasokan tetap.
Distribusi Menyentuh Luar Jawa
Daya tarik Pasar Pisang Juwangi melampaui batas Boyolali. Pisang yang diperdagangkan di sini tidak hanya dipasarkan di daerah sekitar, tetapi juga dikirim ke berbagai kota di Pulau Jawa.
Bahkan, komoditas ini menembus pasar di luar Jawa. Kondisi itu menegaskan peran strategis pasar tradisional ini dalam jaringan distribusi pisang skala regional.
Rencana Penataan Kawasan Akibat Kepadatan
Geliat perdagangan di pasar ini berdampak pada lalu lintas. Kepadatan kendaraan kerap terjadi di sekitar kawasan pasar saat hari pasaran berlangsung.
Pemerintah setempat berencana mengusulkan penataan kawasan untuk mengantisipasi kepadatan tersebut. Langkah ini diambil agar aktivitas perdagangan yang terus berkembang tidak mengganggu kelancaran arus kendaraan dan kenyamanan pengunjung pasar.