Pencarian

BBMKG Denpasar Minta Warga Bali Siapkan Cadangan Air Saat Kemarau Panjang, Waspadai Risiko Kebakaran hingga September 2026

Jumat, 04 September 2026 • 16:45:31 WIB
BBMKG Denpasar Minta Warga Bali Siapkan Cadangan Air Saat Kemarau Panjang, Waspadai Risiko Kebakaran hingga September 2026
Warga Bali diimbau menyiapkan cadangan air bersih dan tidak membakar lahan maupun sampah sembarangan selama musim kemarau panjang yang diprediksi berlangsung hingga September 2026.

DENPASAR — Imbauan itu disampaikan menyusul prediksi bahwa musim kemarau tahun ini di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Bali, berlangsung lebih lama ketimbang biasanya. Selain menyiapkan cadangan air, warga diminta tidak membakar lahan maupun sampah sembarangan karena kondisi kering membuat api mudah merambat.

Siapkan Air Cadangan dan Hindari Membakar Sampah

Kepala masyarakat diimbau lebih bijak menggunakan air bersih, terutama bagi warga yang bergantung pada sumur dangkal atau suplai dari PDAM. Air cadangan untuk kebutuhan minum, memasak, dan mandi perlu dipastikan tersedia selama puncak kemarau belum sepenuhnya berakhir.

Potensi kebakaran lahan juga meningkat drastis pada musim kemarau yang lebih kering tahun ini. Rumput kering dan sampah yang dibakar sembarangan dapat memicu api menjalar ke permukiman.

El Nino Sebabkan Curah Hujan Berkurang di Bali

Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Maria Octorina, menjelaskan bahwa fenomena El Nino menjadi pemicu utama memanjangnya periode tanpa hujan. El Nino mengurangi suplai uap air dan aktivitas konvektif di sebagian besar wilayah Indonesia, sehingga curah hujan berkurang drastis.

“Untuk musim kemarau tahun 2026 ini, sebagian besar wilayah Indonesia termasuk Bali, mengalami musim kemarau yang lebih panjang dari normalnya,” sebutnya, Kamis (3/9/2026).

September Masih Kering, Hujan Lokal Tetap Berpeluang

Maria menyebut Bali sebenarnya sudah melewati puncak musim kemarau yang berlangsung pada Agustus 2026. Namun kondisi kering diperkirakan masih berlanjut sepanjang bulan ini.

“Saat ini Bali sudah melewati periode puncak musim kemarau, yang secara umum terjadi pada Agustus 2026. Namun kondisi kemarau masih berlanjut pada September, dan diperkirakan berlangsung secara bertahap hingga memasuki periode peralihan menuju musim hujan,” jelasnya.

Meski begitu, peluang hujan tetap ada meski Bali tengah berada di periode kemarau. Curah hujan yang turun umumnya bersifat lokal, dipengaruhi faktor topografi, pemanasan permukaan, serta gangguan dinamika atmosfer.

Awal Musim Hujan di Bali Mundur dari Normal

BBMKG memperkirakan awal musim hujan di Pulau Dewata mengalami kemunduran dibanding kondisi normal. Hujan baru diprediksi turun mulai November 2026, artinya masa peralihan dari kemarau ke penghujan masih akan berlangsung beberapa pekan ke depan.

Warga di sejumlah kabupaten/kota di Bali, terutama di wilayah yang rawan kekeringan, diharapkan terus memantau informasi cuaca terbaru dari BBMKG. Langkah adaptif sejak dini dapat mengurangi dampak kekurangan air bersih maupun risiko bencana kebakaran selama musim kemarau masih berlangsung.

Sumber: artabalionline.com

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks