MUARO JAMBI — Titik api di kawasan karhutla Kabupaten Muaro Jambi belum juga padam setelah dua puluh hari melalap hampir 100 hektare lahan kosong maupun semak belukar. Petugas gabungan di lapangan masih melakukan pemadaman secara manual dan membangun sekat kanal untuk memutus jalur api.
Berdasarkan data dari lokasi kejadian, kebakaran terpantau di sejumlah titik. Kondisi lahan gambut yang kering membuat api menjalar di bawah permukaan dan sering memunculkan bibit api baru setelah padam di permukaan. Warga di desa penyangga mulai melaporkan jarak api yang semakin dekat dengan area kebun dan pemukiman.
Luas Lahan Terbakar Capai Hampir 100 Hektare
Dari pantauan udara maupun pengecekan petugas langsung, area terdampak mencakup hampir 100 hektare. Sebagian besar areal yang terbakar merupakan semak belukar dan lahan tidur yang sudah lama tidak dikelola warga.
Meski belum ada laporan korban jiwa, kabut asap sudah mulai mengganggu aktivitas warga di sekitar lokasi. Petugas meminta warga mengurangi aktivitas di luar ruangan. Mereka juga mewaspadai potensi gangguan pernapasan selama masa kebakaran berlangsung.
Mengapa Api Bertahan 20 Hari?
Karakteristik lahan yang sebagian besar bersifat gambut menjadi kendala utama. Api yang menjalar di bawah permukaan gambut sulit terdeteksi dari udara dan memerlukan penyiraman langsung secara berulang.
Petugas gabungan, termasuk relawan dan perangkat desa, berupaya memadamkan dengan peralatan seadanya. Kelangkaan sumber air di musim kemarau menambah pelik penanganan. Mereka mengandalkan aliran dari sungai kecil dengan pompa portable untuk membasahi area yang terbakar.
Apa Langkah Berikutnya?
Tim di lokasi kini memprioritaskan pembuatan sekat kanal di sisi timur untuk mencegah api merambah ke kawasan perkebunan warga. Upaya pendinginan juga dilakukan pada titik-titik yang sempat padam agar tidak kembali menyala.
Belum ada pernyataan resmi dari Bupati Muaro Jambi mengenai penetapan status tanggap darurat. Namun peningkatan koordinasi antara posko lapangan dan pusat pengendalian kebakaran terus berjalan untuk mempercepat pengiriman bantuan peralatan dan logistik bagi petugas.