Pencarian

Karhutla Raja Ampat Hanguskan 7,25 Hektare Lahan di Pulau Dayan, Pemicunya Pembakaran Kebun Warga

Jumat, 04 September 2026 • 16:51:02 WIB
Karhutla Raja Ampat Hanguskan 7,25 Hektare Lahan di Pulau Dayan, Pemicunya Pembakaran Kebun Warga
Petugas gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Pulau Dayan, Raja Ampat, Papua Barat Daya, yang menghanguskan 7,25 hektare lahan.

RAJA AMPAT — Kebakaran hutan dan lahan di Pulau Dayan, Distrik Batanta Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, diperkirakan menghanguskan area seluas 7,25 hektare. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut api mulai membesar setelah aktivitas pembakaran lahan oleh warga tidak terkendali.

Peristiwa itu dilaporkan muncul sekitar pukul 03.30 WIT. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut.

Pemicu Api: Pembakaran Kebun Meluas ke Gunung

Berton menjelaskan bahwa sumber api diduga kuat berasal dari pembukaan kebun warga. Kondisi cuaca kering dan angin kencang kemudian membuat api merambat ke area perbukitan.

"Kebakaran diduga dipicu aktivitas warga yang membakar lahan untuk membuka kebun, kemudian api meluas ke kawasan gunung akibat kondisi cuaca kering dan angin kencang," kata Berton dalam siaran persnya, Jumat (4/9/2026).

Ia memastikan penanganan masih berlangsung hingga Kamis (3/9). Sejauh ini tidak ada laporan warga terluka, tetapi lahan yang terbakar berada di kawasan yang sulit dijangkau.

Tim Gabungan Berangkat dari Waisai Bawa Pompa Air

Kendala utama pemadaman adalah kondisi geografis Raja Ampat yang terdiri dari banyak pulau. Mobilitas personel dan alat berat dari pusat kabupaten membutuhkan waktu lebih lama dibanding penanganan di daratan Papua.

BPBD Kabupaten Raja Ampat bersama Brimob, Batalyon, Polres, dan Basarnas telah diberangkatkan dari Waisai menuju lokasi. Mereka membawa kendaraan angkut, mesin pompa air atau alkon, serta selang air untuk menjangkau titik api di kawasan gunung.

Kebakaran sempat menjadi perhatian karena wilayah Batanta Utara termasuk daerah kepulauan yang rawan jika api menjalar ke permukiman. Namun hingga laporan terakhir, api belum sampai ke rumah warga.

Bencana Kemarau Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia

Dalam periode yang sama, BNPB mencatat beberapa kejadian kebakaran dan kekeringan di daerah lain. Di Kota Surakarta, Jawa Tengah, kebakaran tumpukan sampah di TPA Putri Cempo seluas 3 hektare memaksa 75 warga mengungsi ke Kantor Kelurahan Mojosongo akibat kepulan asap tebal.

Penanganan di lokasi itu melibatkan armada damkar Solo serta BPBD Boyolali dan BPBD Karanganyar. Sementara itu, kebakaran lahan di Desa Ciharashas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dan di Loa Kulu Kota, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dilaporkan telah berhasil dipadamkan total.

Musim kemarau juga memicu krisis air bersih di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Sebanyak 175 kepala keluarga atau 595 jiwa di wilayah Way Laga dan Teluk Betung Timur terdampak kekeringan sumur. BPBD setempat telah menyalurkan bantuan distribusi air bersih untuk warga.

BNPB Imbau Warga Tidak Bakar Lahan Saat Kemarau

Menghadapi potensi karhutla yang meningkat, BNPB meminta masyarakat menghentikan kebiasaan membakar lahan dalam kondisi cuaca ekstrem. Api yang tampak kecil bisa cepat menyebar dan sulit dikendalikan ketika angin bertiup kencang.

"BNPB mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang dapat mempercepat penyebaran api. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kejadian kebakaran kepada petugas setempat agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin," pungkas Berton.

Sumber: tirto.id

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks