SOLO — Kebakaran yang melanda TPA Putri Cempo di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Pucangsawit, Kota Solo, belum kunjung padam hingga Jumat (4/9/2026). Dinas Pemadam Kebakaran mencatat titik api masih membara di Blok B, C, dan D sejak api pertama kali muncul dua hari lalu.
Kondisi angin kencang di sekitar lokasi memperparah situasi. Asap tebal dilaporkan menyelimuti area TPA dan permukiman di sekitarnya, membuat warga kesulitan beraktivitas.
75 Warga Mengungsi ke Kantor Lurah
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan bahwa hingga Kamis (3/9/2026) pukul 18.30 WIB, api masih terus membakar material sampah di lokasi.
"Dampak kebakaran tersebut menyebabkan 75 warga untuk sementara mengungsi ke Kantor Kelurahan Mojosongo," kata Berton dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9/2026).
Ia menambahkan, data pengungsi yang dihimpun masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring proses pendataan terhadap warga terdampak yang masih berlangsung hingga saat ini.
Belasan Mobil Pemadam Dikerahkan Padamkan Api
Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Solo mengerahkan empat unit mobil pemadam dan tiga unit mobil tangki air untuk menjinakkan si jago merah. Bantuan juga datang dari daerah tetangga, yakni dua mobil tangki dari BPBD Kabupaten Karanganyar dan satu mobil tangki dari BPBD Kabupaten Boyolali.
Petugas di lapangan tidak hanya fokus memadamkan api. Penyemprotan dan pendinginan dilakukan secara intensif untuk mencegah bara api kembali menyala setelah area berhasil dipadamkan.
Dapur Umum dan Bantuan Logistik Disiapkan
BPBD Kota Surakarta bersama unsur terkait telah menyiapkan posko dapur umum di kantor pemadam kebakaran untuk memenuhi kebutuhan makan warga yang mengungsi. Bantuan logistik berupa masker, alat pelindung diri, air minum, tenda pengungsian, kasur, dan selimut juga telah didistribusikan.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas. BPBD Kota Surakarta telah melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendukung proses penanganan di lokasi kejadian.