Pencarian

Musibah Rp 30 Miliar di Desa Adat Sade: Pemprov DKI Siap Adopsi Masterplan Desa Rawan Bencana

Jumat, 04 September 2026 • 15:38:31 WIB
Musibah Rp 30 Miliar di Desa Adat Sade: Pemprov DKI Siap Adopsi Masterplan Desa Rawan Bencana
Ratusan bangunan di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, hangus terbakar, dan pemerintah menyusun masterplan rekonstruksi untuk pemulihan jangka panjang.

Rencana induk atau masterplan rekonstruksi Desa Adat Sade tengah disusun. Gubernur dan bupati setempat diminta merancang desa adat yang aman dari kebakaran, termasuk infrastruktur keselamatannya. Skema ini kelak menjadi percontohan bagi desa adat lain di Indonesia yang rawan musibah serupa.

Kehancuran Monumental di Ikon Lombok Tengah

Kebakaran yang melalap Desa Adat Sade bukan musibah biasa. Menteri Kebudayaan Fadli Zon melaporkan, sedikitnya 75 rumah adat, 65 kios, dan satu masjid hangus.

Kerugian ditaksir menembus Rp 25 miliar hingga Rp 30 miliar. Angka itu belum termasuk dampak ekonomi bagi perajin tenun dan pekerja pariwisata yang menggantungkan hidup dari desa adat tersebut.

Empat Langkah Rekonstruksi Strategis

Menteri Widiyanti menggelar rapat koordinasi bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri. Empat langkah utama dirumuskan untuk rencana jangka panjang.

Pertama, pembentukan tim kerja lintas sektor. Tim ini menggabungkan kementerian, pemerintah daerah, mitra, dan masyarakat adat untuk mendata detail warga serta pekerja terdampak.

"Kami minta dibuat bersama pemda mendata kembali detail nama-nama jumlah pekerja yang terdampak disana," kata Widiyanti dalam keterangan resmi, Jumat (4/9/2026).

Kedua, pembukaan akun donasi satu pintu. Langkah ini juga diimbangi upaya memenuhi pasokan bahan baku bangunan tradisional, tantangan utama masyarakat adat untuk memulihkan hunian.

Masterplan Tangguh: APAR Komunal hingga Embung Air

Langkah ketiga dan keempat menjadi kunci. Pemerintah fokus menyusun masterplan rekonstruksi bersama pemangku kepentingan dan masyarakat adat agar karakter serta identitas keaslian Desa Sade terjaga.

Masterplan tidak sekadar membangun ulang bangunan. Di dalamnya dirancang sistem proteksi kebakaran terintegrasi, termasuk penyediaan titik-titik APAR komunal yang menyatu dengan estetika desa.

Pemerintah juga menyiapkan embung air darurat, penataan sanitasi, dan pengelolaan sampah. Widiyanti berharap skema ini menjadi proyek percontohan bagi desa adat lain yang rawan bencana.

Pemulihan Ekonomi dan Aktivitas Warga

Pemerintah memastikan warga terdampak bisa kembali beraktivitas setelah masa tanggap darurat berakhir. Kepastian itu disertai instruksi tegas kepada pemerintah daerah.

"Masyarakat Desa Sade bisa aktif bekerja, ibu-ibu bisa menenun kembali, anak bersekolah," ujar Menpar Widiyanti.

Pendataan pekerja terdampak yang detail menjadi prioritas. Pendataan ini menentukan kecepatan penyaluran bantuan modal kerja bagi perajin tenun, pemilik kios, dan pelaku usaha wisata yang menjadi tulang punggung ekonomi warga.

Sumber: rri.co.id

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks