Pencarian

Ambon dan Maluku Diminta Gelar Shalat Istisqa, MUI: Ini Ikhtiar Spiritual Saat Kemarau Berkepanjangan

Jumat, 04 September 2026 • 16:22:31 WIB
Ambon dan Maluku Diminta Gelar Shalat Istisqa, MUI: Ini Ikhtiar Spiritual Saat Kemarau Berkepanjangan
Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis menyampaikan imbauan Shalat Istisqa untuk wilayah Ambon dan Maluku di Jakarta, Jumat (11/10).

AMBON — Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis menyampaikan ajakan tersebut dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (11/10). Menurutnya, Shalat Istisqa menjadi bentuk kepasrahan seorang hamba saat menghadapi musibah kekeringan, di tengah upaya teknis yang dilakukan pemerintah dan petugas pemadam kebakaran lapangan.

"Kemarau dan kekeringan melanda kita, bahkan karhutla masih terus terjadi. Mari doakan mudah-mudahan segera turun hujan di Indonesia, di tempat-tempat kemarau dan kebakaran. Bahkan kami mengajak umat untuk Shalat Istisqa," ujar Cholil Nafis.

Krisis Air dan Ancaman Asap Karhutla di Kawasan Timur Indonesia

Fenomena kemarau panjang tahun ini tidak hanya memicu krisis air bersih di permukiman warga, tetapi juga memperluas titik panas di sejumlah kawasan hutan. Kondisi ini mengancam kesehatan masyarakat akibat paparan asap karhutla.

Cholil berharap pengurus masjid, lembaga keagamaan, serta masyarakat di wilayah terdampak dapat segera mengoordinasikan pelaksanaan shalat secara berjamaah. Ia menegaskan doa bersama menjadi dorongan moral dan spiritual yang penting di tengah usaha penanganan di lapangan.

Sebelumnya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut tren titik panas di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah kembali meningkat. Kedua provinsi itu kini menjadi prioritas utama penanganan karhutla setelah sempat menunjukkan penurunan.

Bagaimana Cara Menggelar Shalat Istisqa?

Shalat Istisqa umumnya digelar di lapangan terbuka, bukan di dalam masjid. Pelaksanaannya boleh dilakukan kapan saja, selama tidak pada waktu yang diharamkan untuk shalat, seperti saat matahari terbit hingga tergelincir, dan setelah Ashar hingga Maghrib.

Shalat ini tidak diawali dengan azan dan iqamah, melainkan dengan seruan "ash-shalatu jami'ah". Setelah shalat dua rakaat, imam dianjurkan menyampaikan khutbah, memohon ampunan, dan memperbanyak doa meminta hujan.

Respons Masyarakat Maluku

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pengurus masjid besar di Ambon terkait waktu pelaksanaan shalat tersebut. Namun, sebagian warga menyambut baik imbauan ini sebagai langkah bersama menghadapi dampak kemarau.

Cholil menekankan bahwa Shalat Istisqa merupakan ikhtiar spiritual dan kepasrahan diri seorang hamba kepada Allah SWT. Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi dalam ibadah tersebut.

Sumber: ambon.antaranews.com

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks