LINKARFAKTA.COM — Dua gol Hull City bersarang ke gawang Man United di Stadion MKM pada babak pertama. Keduanya lahir dari situasi bola mati. Hasil ini membuat The Red Devils terpuruk di peringkat ke-16 klasemen Premier League. Sorotan besar kini mengarah ke pelatih Michael Carrick.
Scholes Murka dengan Komentar Fernandes
Kekalahan itu menyakitkan. Namun, yang membuat Paul Scholes naik pitam bukan hanya hasilnya, melainkan pernyataan Bruno Fernandes usai laga. Sang kapten mengeluh kepada media bahwa timnya mengulang kesalahan yang sama seperti musim lalu, terutama dalam penguasaan bola dan antisipasi bola mati.
"Di setiap laga tandang, kami terlalu banyak membiarkan lawan menguasai bola. Dalam 20 menit pertama, kiper kami yang paling banyak menyentuh bola," ujar Fernandes dikutip Daily Mail.
Komentar itu langsung disambut pedas oleh Scholes. Legenda era Sir Alex Ferguson itu menilai Fernandes tidak punya kapasitas untuk mengkritik rekan setimnya. Performa sang kapten di laga itu juga jauh dari kata maksimal.
"Saya ingin tahu apa maksudnya. Kesalahan apa yang mereka lakukan? Apalagi mengingat performanya sendiri di laga itu. Menurut saya sebaiknya dia diam saja. Dia juga tidak tampil maksimal," kata Scholes dalam sebuah siniar yang dikutip Daily Mail.
Pernyataan Luke Shaw yang Dianggap Menghina Staf Pelatih
Scholes tak berhenti di situ. Ia mengalihkan tembakannya ke Luke Shaw. Bek kiri itu sebelumnya menilai dua gol yang bersarang ke gawang MU disebabkan persiapan tim yang kurang maksimal dalam mengantisipasi bola mati lawan. Baginya, pernyataan Shaw adalah bentuk kritik terbuka terhadap staf pelatih Michael Carrick.
"Luke Shaw selalu saja berkomentar. Dan, itu merupakan kritik terhadap staf pelatih. Jika ada pemain yang bicara begitu, Anda pasti akan berpikir 'sialan', dan Anda akan memanggil mereka untuk menghadap pada Senin pagi," ujar Scholes menegaskan.
Scholes lantas membandingkan situasi tersebut dengan era kejayaannya di bawah Sir Alex Ferguson. Ia menegaskan, komentar seperti itu adalah bentuk ketidakhormatan. Pemain di zamannya dulu tak akan pernah berani melakukan hal serupa.
"Sebagai pemain, kalau kami berani bilang soal Sir Alex bahwa 'kami tidak siap', wah gawat! Dia pasti langsung menegur keras dan mungkin mempermalukanmu di depan seluruh tim," tutur Scholes mengenang.
Dion Dublin Sarankan Carrick Jaga Jarak dengan Pemain
Legenda Premier League lainnya, Dion Dublin, yang hadir dalam siniar yang sama, ikut angkat bicara. Ia menilai Michael Carrick menghadapi tantangan terbesar justru setelah diangkat sebagai pelatih tetap. Statusnya yang dulu rekan setim kini harus berubah total menjadi bos.
"Tantangan terberat adalah setelah Carrick diangkat sebagai pelatih tetap dan dia harus memutus ikatan itu. Menurut saya, situasi ini akan sulit bagi sosok seperti Michael [Carrick] karena dia orang yang sangat baik," kata Dublin.
"Tapi sekarang dia seorang pelatih dan harus berhenti bersikap seperti, 'apa kabar, kawan', 'bagaimana kabarmu, sobat', atau 'mau minum bir bareng?'. Hal-hal itu tidak bisa dilakukan lagi. Saat ini situasinya adalah, 'Saya pelatih dan kamu pemain. Lakukan saja apa yang diinstruksikan'," tegas Dublin.
Kekalahan memalukan dari tim promosi ini wajib menjadi evaluasi besar bagi Michael Carrick. Tekanan publik dan kritik para legenda kini mengarah ke ruang ganti Man United. Carrick harus segera berbenah sebelum keterpurukan di klasemen semakin dalam.