Pencarian

BNPB Verifikasi 61 dari 166 Hotspot di Kalimantan Barat, Luas Lahan Terbakar Capai 38.310 Hektare

Sabtu, 05 September 2026 • 03:25:01 WIB
BNPB Verifikasi 61 dari 166 Hotspot di Kalimantan Barat, Luas Lahan Terbakar Capai 38.310 Hektare
Petugas gabungan memverifikasi 61 titik api dari 166 hotspot yang terdeteksi satelit di Kalimantan Barat.

PONTIANAK — Sebanyak 61 titik api terkonfirmasi berada di Kalimantan Barat (Kalbar) setelah BNPB melakukan verifikasi lapangan terhadap 166 titik panas yang semula terdeteksi satelit BMKG. Angka ini menunjukkan data hotspot dari satelit tidak bisa langsung dijadikan dasar penanganan tanpa pengecekan di lokasi.

"Dari 166 hotspot yang terdeteksi BMKG, setelah kami cek di lapangan, hanya 61 yang benar-benar titik api," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat rapat koordinasi penanganan karhutla di Lanud Supadio, Kubu Raya, Jumat.

Luas Lahan Terbakar Masih 38.310 Hektare

Meskipun jumlah titik api terverifikasi lebih rendah dari pantauan satelit, Suharyanto mengingatkan upaya pemadaman tidak boleh kendor. Ia menyebut luasan lahan yang terbakar di Kalbar masih mencapai sekitar 38.310 hektare.

Kondisi itu menuntut petugas gabungan tetap siaga di lapangan. Cuaca kering yang masih berlangsung berpotensi memicu munculnya kebakaran baru di wilayah-wilayah yang belum sempat terpantau.

Hotspot Menurun Drastis dari 2.000 Titik

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyebut tren penurunan titik panas sebenarnya sudah signifikan. Sebelumnya, jumlah hotspot sempat menembus lebih dari 2.000 titik, kini menyisakan sekitar 100 titik berdasarkan pantauan terakhir.

"Ini tentu hasil kerja sama dan sinergi semua pihak," ujarnya.

Namun, Norsan meminta pemerintah daerah dan masyarakat tidak mengurangi kewaspadaan. Ia meminta BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, serta relawan terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan dan pemadaman di lokasi yang terindikasi terbakar.

Modifikasi Cuaca dan Water Bombing Dikerahkan

Pemerintah pusat memperkuat penanganan karhutla lewat operasi modifikasi cuaca dan water bombing untuk membasahi kembali kawasan gambut yang rawan terbakar. Pemadaman darat juga dilakukan secara paralel di titik-titik yang sulit dijangkau.

Upaya tersebut disertai pemetaan lokasi kebakaran secara lebih rinci hingga tingkat kecamatan dan desa. Pendekatan ini ditempuh agar pengerahan personel serta peralatan bisa lebih tepat sasaran, tidak menyebar tanpa arah yang jelas.

Larangan Membuka Lahan dengan Cara Dibakar

Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga yang menemukan titik api diminta segera melapor ke petugas setempat supaya kebakaran tidak meluas ke area permukiman atau lahan produktif.

Sumber: kalbar.antaranews.com

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks