Pencarian

Bencana NTT: UGM Kirim Tim Medis ke Manggarai, 47 Mahasiswa Terdampak Dapat Voucher Makan

Jumat, 04 September 2026 • 16:07:31 WIB
Bencana NTT: UGM Kirim Tim Medis ke Manggarai, 47 Mahasiswa Terdampak Dapat Voucher Makan
Tim medis Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada warga terdampak bencana di Manggarai, NTT.

YOGYAKARTA — Dukungan untuk pemulihan korban bencana di NTT terus mengalir dari sektor pendidikan tinggi. Universitas Gadjah Mada (UGM) tidak hanya mengirim bantuan darurat, tetapi juga menyiapkan program jangka panjang untuk pemulihan masyarakat, termasuk trauma healing bagi anak-anak.

Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si., menyebutkan total ada 47 mahasiswa UGM yang keluarganya terdampak bencana. Mereka tercatat berasal dari beberapa daerah yang paling parah terkena dampak, seperti Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Manggarai Barat.

47 Mahasiswa Terdampak dan Bantuan Voucher Makan

Untuk memastikan kebutuhan dasar selama masa darurat terpenuhi, UGM memberikan voucher makan gratis yang dapat diambil dua kali sehari di UC Hotel. Bantuan ini dijalankan sejak 21 Agustus lalu dan masih berlangsung hingga saat ini.

"Pemberian voucher makan sudah dijalankan mulai tanggal 21 Agustus hingga saat ini. Selanjutnya, pihak Ditmawa sedang melaksanakan asesmen lebih lanjut terkait bantuan yang dibutuhkan oleh masing-masing mahasiswa," kata Hempri dalam keterangan resminya, Jumat (4/9).

Setelah kebutuhan pangan terpenuhi, universitas kini tengah memetakan kebutuhan lain yang lebih spesifik untuk tiap mahasiswa. Pendataan ini dilakukan agar bantuan berikutnya tepat sasaran, baik untuk biaya pendidikan maupun kebutuhan pokok lainnya.

Tim Medis dan Asesmen Pasca-Darurat di Manggarai

Di sisi lain, penanganan di lokasi bencana juga berjalan. FK-KMK UGM telah menurunkan tim relawan ke Manggarai dengan fokus pada perawatan korban luka dan pelayanan kesehatan dasar bagi warga yang mengungsi. Tim medis ini menjadi garda terdepan yang menangani kondisi darurat di lapangan.

Sekretaris Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) Dr. Djarot Heru Santoso menegaskan bahwa UGM akan mengirim tim asesmen kedua. Tim ini bertugas mempersiapkan skema penanganan pasca-darurat, termasuk menentukan titik lokasi untuk relawan lanjutan dan program KKN Peduli Bencana yang dijadwalkan berangkat pada September ini.

“Sejauh ini, sudah ada 15 kandidat mahasiswa yang dinyatakan siap secara fisik dan mental untuk diterjunkan,” ujar Djarot.

Kolaborasi Lintas Kampus untuk Sekolah Darurat

Kesiapsiagaan pemulihan pendidikan juga mulai digarap. Serikat Mahasiswa (SEMA) UGM tengah berkonsolidasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Airlangga (Unair).

Koordinator bidang kemasyarakatan SEMA UGM, Tegar Zulal Barru, menjelaskan bahwa program kolaborasi ini difokuskan pada layanan pendidikan. Pasalnya, banyak orang tua yang belum berani menyekolahkan kembali anaknya karena masih trauma memasuki gedung pertemuan atau ruang kelas yang rusak.

“Adanya bencana ini memiliki masa pemulihan yang lama, saya berharap kami bisa terus bekerja sama untuk membantu masyarakat terdampak,” tuturnya.

Menurut Tegar, masyarakat mengharapkan adanya sekolah darurat agar proses belajar anak-anak bisa segera berjalan normal kembali. Rencana aksi ini juga akan dikoordinasikan dengan Pengda Kagama NTT untuk penyaluran bantuan darurat di tingkat lokal.

Djarot menekankan bahwa bencana berskala besar tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Sinergi sangat dibutuhkan, terutama dalam sektor pendidikan dan penanganan trauma bagi anak-anak korban gempa. “Bantuan sekecil apapun, UGM pasti akan turut berkontribusi untuk mahasiswa dan masyarakat NTT secara langsung,” pungkasnya.

Sumber: ugm.ac.id

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks