LINKARFAKTA.COM — Wisata kebugaran tengah menjadi fokus baru Kementerian Pariwisata. Lewat rapat koordinasi bertajuk "Identifikasi Peluang Pengembangan Wisata Wellness Indonesia" yang digelar di Jakarta, Kamis (3/9), pemerintah mulai memetakan ekosistem usaha wellness yang tersebar di berbagai daerah. Targetnya sederhana tapi ambisius: menjadikan Indonesia tujuan utama wisata kebugaran dunia dengan ciri khas yang tidak bisa ditemukan di negara lain.
Apa Itu Wisata Wellness ala Indonesia?
Rizki Handayani, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata, menegaskan bahwa wisata kebugaran bukan sekadar layanan pijat atau perawatan tubuh. Produk ini dirancang untuk memberi pengalaman transformatif bagi wisatawan.
"Wellness ini salah satu produk wisata yang memberi enlightenment bagi wisatawan. Ketika mereka pulang dari Indonesia, mereka merasa tercerahkan setelah menjalani terapi atau merasakan alam Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi Jumat lalu.
Modal utamanya sudah tersedia: kekayaan alam, budaya, serta tradisi kebugaran lokal yang diwariskan turun-temurun. Inilah pembeda yang tidak dimiliki destinasi wellness lain di Asia Tenggara.
Katalog Resmi yang Bisa Diakses Via Indonesia Travel
Kementerian Pariwisata saat ini tengah menyusun katalog usaha kebugaran Indonesia. Dokumen tersebut nantinya akan diintegrasikan ke dalam basis data Indonesia Travel—situs resmi pariwisata nasional.
Bagi traveler, dampaknya signifikan. Mencari penyedia SPA atau pusat kebugaran yang terverifikasi di sebuah kota tidak lagi membutuhkan riset panjang. Semua informasi produk dan layanan kebugaran dari berbagai daerah akan tersaji di satu platform.
Ini juga menjawab masalah klasik wisatawan: bagaimana memastikan sebuah tempat perawatan benar-benar berkualitas dan aman saat berada di destinasi yang belum familiar.
Layanan Apa Saja yang Akan Masuk?
Ekosistem yang dipetakan tidak terbatas pada SPA mewah di hotel bintang lima. Kementerian Pariwisata melibatkan lintas asosiasi untuk memastikan cakupan layanan yang lengkap dan terstandar:
- Asosiasi SPA Indonesia (ASPI) untuk layanan pijat dan perawatan tubuh tradisional
- Perkumpulan Pengelola Klinik Kecantikan dan Estetika Indonesia (PRASTIKA) untuk layanan estetika modern
- Perhimpunan Pengusaha Pusat Kebugaran Indonesia (PPPKI) untuk gym dan pusat kebugaran
- Bali Spa & Wellness Association (BSWA) yang mewakili pusat wellness di destinasi utama
- Perhotelan, pelaku layanan perjalanan wisata, serta penyelenggara pameran sebagai pendukung ekosistem
Pengembangan dilakukan bersama Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di daerah. Koordinasi lintas sektor ini penting karena layanan wellness menyangkut aspek kesehatan dan keselamatan wisatawan.
Mengapa Kebijakan Ini Relevan bagi Traveler?
Rizki menjelaskan bahwa pendekatan ini merupakan bagian dari strategi diferensiasi produk pariwisata Indonesia. Alih-alih bersaing dengan Thailand atau Bali yang sudah mapan di sektor wellness, pemerintah ingin menonjolkan keunikan terapi dan tradisi kebugaran lokal dari berbagai daerah di Nusantara.
Bagi wisatawan, artinya akan semakin banyak pilihan pengalaman wellness yang autentik—bukan sekadar replika layanan standar internasional. Indonesia memiliki jamu, pijat tradisional dari berbagai etnis, hingga ritual pemulihan yang berakar pada kearifan lokal.
Kementerian Pariwisata menargetkan pertumbuhan usaha pariwisata yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Semakin mudah wisatawan menemukan layanan wellness lokal yang terverifikasi, semakin besar peluang usaha kecil menengah di daerah untuk tumbuh.
Perlu dicatat, katalog ini masih dalam tahap penyusunan. Informasi terkini mengenai daftar penyedia layanan wellness yang telah masuk katalog dapat dipantau melalui situs resmi Indonesia Travel atau dinas pariwisata setempat.
Bagi Anda yang merencanakan liburan dengan fokus pemulihan fisik dan mental, pantau terus perkembangannya. Dalam waktu dekat, mencari pengalaman wellness khas Indonesia akan semudah memesan hotel.