Pencarian

Kualitas Udara Palembang Sangat Tidak Sehat, Konsentrasi PM2.5 Tembus 235,6 µg/m³

Jumat, 04 September 2026 • 03:01:01 WIB
Kualitas Udara Palembang Sangat Tidak Sehat, Konsentrasi PM2.5 Tembus 235,6 µg/m³
Warga melintas di tengah kabut asap yang menyelimuti Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (3/9/2025).

PALEMBANG — Warga Kota Palembang diimbau tidak beraktivitas di luar rumah tanpa perlindungan menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap. Data pemantauan BMKG melalui Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang mencatat konsentrasi partikulat halus mencapai angka tertinggi 235,6 mikrogram per meter kubik pada pukul 03.00 WIB, Kamis (3/9).

Angka tersebut masuk dalam kategori sangat tidak sehat dan merupakan level paling tinggi dalam skala indeks kualitas udara yang dikeluarkan badan meteorologi tersebut.

Konsentrasi Partikel Halus Mulai Berangsur Turun

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, mengungkapkan bahwa kondisi kritis tersebut tidak bertahan lama. Hingga Kamis siang, konsentrasi PM2.5 di titik pemantauan yang sama dilaporkan sudah menurun drastis menjadi 68,6 mikrogram per meter kubik.

Kendati sudah turun, angka tersebut masih berada di atas ambang batas baku mutu udara ambien nasional. Penurunan ini terjadi seiring perubahan arah dan kecepatan angin yang membawa asap karhutla keluar dari langit Palembang.

Apa Itu PM2.5 dan Mengapa Berbahaya?

Wandayantolis menjelaskan, Particulate Matter atau PM2.5 merupakan partikel udara berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 mikrometer. Ukurannya yang sangat halus membuat partikel ini mampu menembus saluran pernapasan hingga masuk ke dalam paru-paru dan aliran darah.

Pengukuran konsentrasi partikel tersebut dilakukan menggunakan metode penyinaran sinar beta yang dikenal dengan istilah Beta Attenuation Monitoring. Satuan yang digunakan adalah mikrogram per meter kubik atau µg/m³.

BMKG Imbau Warga Batasi Aktivitas di Luar Rumah

BMKG mengingatkan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi kabut asap masih menyelimuti Palembang.

"Jika terpaksa harus ke luar rumah, baiknya melindungi diri dengan masker dan kacamata," kata Wandayantolis. Saran ini disampaikan mengingat partikel halus dalam asap tidak terlihat oleh mata telanjang namun dapat memicu iritasi mata, gangguan saluran pernapasan akut, hingga memperparah penyakit asma.

Asap karhutla yang menyelimuti Palembang kali ini berasal dari sejumlah wilayah di Sumatera Selatan yang terbawa angin hingga ke ibukota provinsi. BMKG terus memantau perkembangan kualitas udara dan akan memperbarui informasi apabila terjadi perubahan signifikan dalam beberapa hari ke depan.

Sumber: news.republika.co.id

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks