Pencarian

Rupiah Kini di Rp17.775 per Dolar AS, Koreksi 50 Poin Usai Lima Hari Menguat

Jumat, 28 Agustus 2026 • 08:36:01 WIB
Rupiah Kini di Rp17.775 per Dolar AS, Koreksi 50 Poin Usai Lima Hari Menguat
Rupiah ditutup melemah 50 poin ke level Rp17.775 per dolar AS pada perdagangan Kamis pagi.

LINKARFAKTA.COM — Pelemahan ini berbanding terbalik dengan pergerakan pada Rabu pagi, ketika rupiah justru dibuka menguat 28 poin atau 0,16 persen di posisi Rp17.695 per dolar AS. Namun, momentum penguatan tersebut tidak bertahan hingga akhir sesi perdagangan.

Tekanan Muncul di Penutupan Perdagangan Rabu

Pada penutupan perdagangan Rabu, rupiah tercatat melemah tipis 2 poin atau 0,01 persen ke level Rp17.725 per dolar AS. Posisi ini menjadi acuan pembukaan perdagangan Kamis pagi yang langsung turun lebih dalam ke Rp17.775.

Pelemahan ini mengindikasikan adanya aksi ambil untung (profit taking) oleh pelaku pasar setelah akumulasi penguatan yang cukup signifikan. Tekanan terhadap rupiah juga terpantau dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia yang ikut melemah ke level Rp17.717 per dolar AS, turun dari posisi sebelumnya di Rp17.703.

Koreksi di Tengah Dominasi Dolar AS

Pergerakan rupiah hari ini menjadi perhatian pelaku pasar mengingat dalam sepekan terakhir mata uang Garuda konsisten menunjukkan penguatan. Koreksi 50 poin ini dinilai sebagai bagian dari siklus normal pasar, di mana investor melakukan penyesuaian posisi setelah harga bergerak terlalu cepat.

Level psikologis Rp17.700 sempat ditembus pada Rabu pagi, namun gagal dipertahankan hingga akhir sesi. Kini pasar akan mencermati apakah level Rp17.775 mampu bertahan atau justru menjadi awal pelemahan lebih lanjut menuju level psikologis berikutnya.

Katalis yang Perlu Dicermati Pelaku Pasar

Para pelaku pasar masih menanti data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat yang dapat mempengaruhi arah kebijakan suku bunga global. Data tersebut berpotensi menjadi katalis utama yang menentukan pergerakan dolar AS terhadap mata uang Asia, termasuk rupiah.

Selain faktor eksternal, sentimen dari dalam negeri juga akan turut mewarnai perdagangan. Pelaku pasar akan memantau aliran modal asing di pasar keuangan domestik serta kebijakan stabilisasi kurs yang ditempuh Bank Indonesia melalui instrumen JISDOR dan intervensi di pasar.

Investasi mengandung risiko.

Sumber: kalsel.antaranews.com

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks