Pencarian

Tren "Zone 0" Training: Olahraga Super Lambat yang Direkomendasikan Pelatih untuk Redakan Stres

Sabtu, 05 September 2026 • 12:22:31 WIB
Tren
Peserta mengikuti sesi latihan Zone 0 dengan gerakan super lambat dan fokus pada teknik pernapasan untuk pemulihan aktif.

Konsep ini digaungkan para personal trainer sebagai antitesis dari budaya olahraga intensitas tinggi. Alih-alih memacu keringat, Zone 0 justru memanfaatkan gerakan lambat dan kesadaran penuh (mindfulness) sebagai bentuk pemulihan aktif (active recovery). Aktivitas seperti berjalan kaki, peregangan ringan, hingga berkebun kini masuk dalam kategori latihan ini.

Bukan Sekadar Jalan Kaki, Ini Bedanya dengan Olahraga Kardio Biasa

Inti dari Zone 0 adalah menjaga ritme gerakan agar tetap berada di zona nyaman tanpa membuat napas terengah-engah. Peserta umumnya diminta berjalan dengan kecepatan sangat pelan sambil fokus pada teknik pernapasan perut, bukan sekadar jalan santai tanpa arah.

Para pelatih menyebut metode ini efektif menurunkan kadar kortisol dan peradangan sistemik dalam tubuh. Selain itu, gerakan super lambat membantu membersihkan sisa metabolisme latihan berat seperti laktat yang menumpuk di otot.

Mengapa Pelatih Kini Menyarankan Kliennya untuk "Bermalas-malasan"?

Kehidupan modern yang serba cepat dan penuh stres menjadi alasan utama tren ini merebak. "Kita hidup di dunia yang kacau saat ini, sehingga banyak pelatih pribadi mendorong klien untuk memasukkan lebih banyak kesadaran penuh ke dalam rutinitas harian," tulis pelatih kebugaran dari Tom's Guide dalam analisisnya. Zone 0 dinilai menjawab kebutuhan tersebut tanpa terasa seperti beban tambahan.

Bagi pemula atau mereka yang baru kembali berolahraga setelah cedera, kehamilan, atau sakit, metode ini membangun kepercayaan diri. Gerakan yang mudah diakses ini membuktikan bahwa akumulasi aktivitas harian sekecil apa pun berkontribusi pada metabolisme sehat dan mengurangi waktu duduk diam.

Target 8.000 Langkah: Berjalan Pelan Tetap Memberi Manfaat Umur Panjang

Meski terdengar remeh, dampak fisiknya didukung riset. Sebuah studi yang diterbitkan di The Lancet pada 2022 menemukan bahwa menambah jumlah langkah harian terbukti menurunkan risiko kematian dini, tanpa memandang kecepatan berjalan.

Peneliti memperkirakan orang dewasa di atas 60 tahun mendapat manfaat paling besar dengan 6.000 hingga 8.000 langkah per hari. Sementara itu, kelompok usia lebih muda memperoleh hasil signifikan di kisaran 8.000 hingga 10.000 langkah. Artinya, intensitas pelan bukan berarti tanpa hasil.

Apakah Latihan Ini Cukup untuk Tubuh Ideal?

Kendati bermanfaat, para ahli menegaskan Zone 0 bukan pengganti latihan kekuatan atau kardio intensitas sedang. "Untuk kebanyakan orang dewasa sehat, saya merekomendasikan kombinasi latihan kardiovaskular dan pembentukan otot untuk menjaga kesehatan jantung serta membangun kekuatan," ujar sang pelatih.

Zone 0 justru berperan sebagai pelengkap. Menyisipkan satu hingga dua hari latihan super lambat per pekan dapat membantu tubuh pulih, menjaga konsistensi berolahraga, dan membangun fondasi sebelum mencoba tantangan fisik yang lebih berat. Bagi mereka yang ingin memulai, aktivitas paling sederhana seperti berjalan mondar-mandir di rumah sambil menarik napas dalam sudah bisa menjadi langkah pertama.

Sumber: tomsguide.com

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks