Pencarian

Monitor Mini-LED Dikritik Boros Listrik, Begini Alasan Pemiliknya Justru Rela Bayar Lebih

Selasa, 25 Agustus 2026 • 23:03:31 WIB
Monitor Mini-LED Dikritik Boros Listrik, Begini Alasan Pemiliknya Justru Rela Bayar Lebih
Monitor mini-LED milik pengguna menampilkan konsumsi daya yang tinggi saat digunakan untuk konten HDR.

Kisah ini bermula dari keluhan klasik pengguna monitor: kontras yang kurang. Selama dua tahun, layar yang dipakainya selalu menampilkan gambar terasa "keputihan", terutama saat memutar konten HDR seperti pertunjukan kembang api. Hasilnya selalu sama — warnanya pudar dan tidak hidup, jauh dari kesan sinematik yang dijanjikan stiker HDR di bezel monitor tersebut.

Karena monitor OLED dengan kontras sempurna masih terlalu mahal, kompromi jatuh pada teknologi mini-LED. Layar jenis ini menggunakan ribuan LED kecil untuk meredupkan area tertentu secara presisi, menghasilkan warna hitam yang jauh lebih pekat dibanding LCD konvensional.

Kembang Api yang Akhirnya Terlihat Nyata

Begitu mini-LED menyala, perbedaannya langsung terasa. Semburan kembang api yang dulu tampak buram kini meledak dengan warna jenuh dan kedalaman yang memukau. "Saya tercengang," tulis pengguna tersebut dalam ulasannya, mengaku sangat puas dengan kualitas gambar yang akhirnya setara dengan ekspektasinya.

Kepuasan itu bertahan hingga suatu hari ia membolak-balik kemasan monitor untuk mencari stiker HDR. Yang ia temukan justru label energi — dan di sanalah fakta mengejutkan muncul. Monitor mini-LED miliknya tercatat mengonsumsi daya listrik dalam jumlah yang signifikan, sebuah temuan yang langsung mengubah cara pandangnya terhadap perangkat tersebut.

Label Boros Energi: Harga yang Wajar untuk Performa?

Alih-alih menyesali pembelian, pengguna ini justru menerima kenyataan tersebut dengan lapang dada. Ia menganggap konsumsi daya yang tinggi adalah harga yang wajar untuk membayar kualitas gambar yang selama ini ia dambakan. "Itu justru yang saya bayar," ujarnya, merangkum pandangannya bahwa performa puncak tidak pernah datang tanpa kompromi.

Sikap ini menarik untuk disorot di tengah tren industri yang semakin gencar mendorong efisiensi energi. Regulasi di berbagai negara, termasuk Indonesia, mulai memperketat standar konsumsi daya untuk perangkat elektronik. Namun, bagi segmen pengguna premium, kualitas visual tetap menjadi prioritas utama yang mengalahkan kekhawatiran soal tagihan listrik bulanan.

Kisah ini juga menjadi pengingat bahwa spesifikasi di atas kertas tidak selalu mencerminkan pengalaman nyata. Label energi yang buruk mungkin terlihat sebagai kekurangan, tetapi bagi sebagian orang, itu adalah bukti bahwa perangkat tersebut bekerja keras untuk memberikan performa terbaiknya. Monitor mini-LED ini, dengan segala kekurangannya, akhirnya berhasil memadamkan dahaga akan kontras yang selama ini tidak pernah terpuaskan oleh layar sebelumnya.

Sumber: xda-developers.com

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks