Pencarian

Penumpang Bus AKDP Jatim Anjlok 40 Persen, Organda: PO Pangkas Armada hingga Separuh demi Efisiensi

Selasa, 25 Agustus 2026 • 13:02:01 WIB
Penumpang Bus AKDP Jatim Anjlok 40 Persen, Organda: PO Pangkas Armada hingga Separuh demi Efisiensi
Penumpang menunggu bus AKDP di terminal, sementara sejumlah PO memangkas armada hingga separuh untuk efisiensi biaya operasional.

SURABAYA — Ketua DPD Organda Jatim, Firmansyah Mustafa, menyatakan penurunan drastis jumlah penumpang membuat pengusaha bus harus menerapkan efisiensi secara ketat. Daripada memaksakan seluruh armada beroperasi dengan kursi kosong, PO kini lebih memilih mengurangi jumlah unit yang jalan agar biaya operasional tidak terbuang sia-sia.

"Daripada beroperasi penuh tapi hasilnya nihil, kami harus realistis. Jika biasanya satu PO menerjunkan 10 unit armada, sekarang cukup 5 unit saja yang jalan," ujarnya, Selasa (25/8/2026).

Rit Perjalanan Dipangkas, Bus Ditahan di Terminal

Efisiensi tidak hanya dilakukan dengan mengurangi jumlah bus, tetapi juga mengatur ulang rit atau jadwal perjalanan. Strategi ini diterapkan terutama pada trayek dengan permintaan relatif tinggi seperti Patas Surabaya-Malang.

Dalam kondisi normal, satu bus bisa melayani hingga empat rit perjalanan sehari. Kini, sebagian pengusaha memilih hanya mengoperasikan rit pertama pada pagi hari dan rit keempat pada sore hari.

Pola ini membuat bus yang tiba di Malang pada pagi hari tidak langsung kembali ke Surabaya. Armada ditahan terlebih dahulu hingga sore hari untuk mengangkut penumpang dari Malang menuju Surabaya. Dengan begitu, tingkat keterisian kursi di kedua perjalanan bisa maksimal hingga 100 persen.

Biaya Suku Cadang Naik, Nilai Tukar Dolar Ikut Menekan

Tekanan terhadap bisnis AKDP tidak hanya berasal dari sepinya penumpang. Pengusaha juga dihadapkan pada kenaikan harga suku cadang dan biaya perawatan kendaraan yang semakin tinggi.

Fluktuasi nilai tukar dolar terhadap rupiah turut berdampak pada harga sejumlah komponen kendaraan. Di sisi lain, ban dan komponen vital lainnya mengalami penyusutan yang harus segera diganti agar armada tetap laik dan aman digunakan.

Firmansyah menambahkan, kondisi ini memaksa pengusaha berhitung lebih ketat sebelum memutuskan jumlah armada dan perjalanan yang dijalankan setiap hari. Ia menyebut para pengusaha PO yang masih bertahan saat ini adalah pejuang transportasi sesungguhnya.

"Kuncinya saat ini adalah cermat berhitung dan menjaga keandalan servis agar kepercayaan penumpang tetap terjaga," pungkasnya.

Sumber: jatim.idntimes.com

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks