Pencarian

Gunung Anak Krakatau Erupsi 10 Kali Sepanjang Jumat-Sabtu, Ini Data Resmi MAGMA

Sabtu, 05 September 2026 • 06:43:02 WIB
Gunung Anak Krakatau Erupsi 10 Kali Sepanjang Jumat-Sabtu, Ini Data Resmi MAGMA
Gunung Anak Krakatau terpantau mengalami erupsi sebanyak 10 kali sejak Jumat (4/9) hingga Sabtu (5/9) dini hari, dengan amplitudo maksimum 70 milimeter.

LINKARFAKTA.COM — Gunung Anak Krakatau menunjukkan peningkatan aktivitas signifikan dalam dua hari terakhir. Berdasarkan laporan MAGMA Indonesia milik Kementerian ESDM, setidaknya 10 kali erupsi terekam sejak Jumat (4/9/2026) hingga erupsi terbaru pada Sabtu (5/9/2026) pukul 00.01 WIB.

Visual letusan pada erupsi terakhir tidak teramati, namun aktivitas disebut masih berlangsung saat laporan dibuat. Data ini menjadi perhatian utama karena Anak Krakatau merupakan salah satu gunung api aktif yang terus dipantau intensif oleh pemerintah.

Rekaman Seismograf: Amplitudo Maksimum 70 mm

Aktivitas erupsi sebenarnya sudah terdeteksi sejak Jumat dini hari. Erupsi pertama terekam pukul 04.11 WIB dengan amplitudo maksimum 33 mm dan durasi 14 detik. Delapan menit kemudian, erupsi kedua tercatat dengan amplitudo lebih besar, yakni 60 mm dengan durasi 24 detik.

Puncak aktivitas seismik terjadi pada pukul 04.28 WIB ketika erupsi mencatatkan amplitudo maksimum 70 mm dengan durasi 31 detik. Rangkaian erupsi ini menunjukkan tren peningkatan energi yang konsisten dalam rentang waktu kurang dari 20 menit.

Memasuki Jumat pagi pukul 05.46 WIB, kolom abu teramati membumbung sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 457 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna hitam dengan intensitas tebal mengarah ke barat dan barat laut.

Erupsi Berlanjut Jumat Malam

Aktivitas vulkanik kembali meningkat pada Jumat malam. Seismograf mencatat erupsi berturut-turut pada pukul 22.03 WIB, 22.11 WIB, 22.42 WIB, dan 22.53 WIB. Rangkaian erupsi ini kemudian berlanjut pada pukul 23.07 WIB dan masih berlangsung hingga laporan terakhir dibuat.

Rentetan erupsi malam hari ini yang kemudian memicu perbincangan luas di media sosial. Sejumlah akun membagikan video yang memperlihatkan pancaran lava pijar berwarna merah dari arah gunung tersebut.

Spekulasi Suara Dentuman di Bandung dan Cilegon

Di tengah ramainya laporan aktivitas Anak Krakatau, muncul spekulasi yang mengaitkan erupsi ini dengan suara dentuman yang terdengar di sejumlah wilayah. Sebagian warganet mengaku mendengar suara dentuman dan getaran tipis hingga area Bandung Raya dan Majalengka.

Akun @asep_bhtr menuliskan pengalamannya di media sosial, "Subhanallah, semalem denger tipis2 suara dentuman + agak geter jadi ternyata sumbernya dari anak Krakatau? Serem banget nyampe Majalengka, apa kabar daerah yg makin deket ke sana?"

Namun klaim tersebut tidak sejalan dengan pengalaman warga yang berada lebih dekat dengan lokasi gunung. Akun @IrasuuNat28 yang berlokasi di Cilegon mengaku tidak merasakan apa pun, "Katanya anak Krakatau, tapi gw di Cilegon (dan semalem begadang sampe jam 2), nggak denger ada dentuman/getaran sama sekali jir."

Belum Ada Konfirmasi Resmi dari Pemerintah

Hingga artikel ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah yang memastikan penyebab suara dentuman tersebut. Kaitan antara dentuman dan erupsi Anak Krakatau masih berupa spekulasi yang berkembang di media sosial.

Masyarakat diimbau untuk tidak langsung mempercayai atau menyebarkan informasi mengenai penyebab dentuman sebelum ada penjelasan dari instansi berwenang. Informasi resmi mengenai aktivitas gunung api dapat dipantau melalui kanal MAGMA Indonesia dan Badan Geologi Kementerian ESDM.

Sumber: inet.detik.com

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks