JAYAPURA — Pemukiman di pinggir pantai itu dikenal memiliki kepadatan tinggi dengan jalan masuk terbatas. Tak adanya akses jalan memadai serta mayoritas bangunan berbahan mudah terbakar menjadi kendala besar saat petugas menjinakkan api.
Mobil pemadam kebakaran, water cannon, hingga mobil tangki penyuplai air dikerahkan untuk memastikan pasokan air mencukupi selama proses pemadaman. Upaya itu baru membuahkan hasil setelah api membesar lebih dari lima jam.
Kapolresta: Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Kapolresta Jayapura Kota Komisaris Besar Polisi Fredrickus Maclarimboen menyatakan pihaknya belum bisa memastikan sumber api. Saat ini anggota masih mengumpulkan data setelah api dinyatakan benar-benar padam.
"Hingga kini belum dapat dipastikan penyebab kebakaran karena saat ini anggota masih mengumpulkan data setelah api dinyatakan benar-benar padam," kata Fredrickus di Jayapura.
1200 lebih Warga Terdampak di Dua RT
Dari data sementara, kebakaran melanda dua rukun tetangga (RT). Sekitar 2.000 jiwa terdampak langsung dan kehilangan rumah. Sebagian korban memilih mengungsi ke rumah sanak keluarga dan kenalan di luar kawasan tersebut.
Warga lainnya yang tidak memiliki tempat tujuan ditampung sementara di lokasi yang lebih aman. Proses pendataan korban dan kerugian masih terus dilengkapi aparat gabungan.
Tenda Pengungsian Didirikan TNI, Polri, dan Pemkot Jayapura
TNI, Polri, dan Pemerintah Kota Jayapura telah mendirikan tenda-tenda pengungsian di sekitar Mandala untuk menampung warga yang rumahnya hangus. Pendirian tenda dilakukan sejak api berhasil dipadamkan agar para korban segera mendapatkan tempat berteduh.
Warga yang rumahnya masih utuh juga ikut membantu menyiapkan kebutuhan dasar bagi tetangga yang terdampak. Bantuan logistik tahap awal mulai disalurkan melalui posko darurat yang didirikan di lokasi kejadian.