LINKARFAKTA.COM — Esposin, JAKARTA — Menteri Sosial Saifullah Yusuf memaparkan bahwa pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) tengah berlangsung intensif. Proses ini dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dengan menyinkronkan data dari berbagai sumber kementerian/lembaga.
Data Baru dari BKKBN dan Sensus Ekonomi
Gus Ipul, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa konsolidasi data menjadi kunci akurasi penyaluran bansos. Sinkronisasi melibatkan data terbaru dari BKKBN serta hasil sensus sosial ekonomi yang sedang berjalan.
"Kemarin itu ada data baru masuk dari BKKBN yang memerlukan sinkronisasi, validasi, dan verifikasi ulang. Nah, itu sedang dilakukan oleh BPS, nanti akan ketemu dengan data terbaru lewat sensus sosial ekonomi," kata Gus Ipul dikutip dari Antara, Rabu (2/9/2026).
Menuju Data Penanggulangan Kemiskinan yang Akurat
Menurut dia, proses konsolidasi ini dirancang untuk menghasilkan data penanggulangan kemiskinan yang lebih presisi. Hasil pemutakhiran tersebut akan menjadi dasar implementasi kebijakan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Langkah ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Dalam kebijakan itu, BPS berperan sebagai pusat pengolahan dan verifikasi data sosial ekonomi nasional.
Apa Itu Desil?
Desil merupakan sistem peringkat yang menggambarkan kondisi sosial ekonomi sebuah keluarga. Kelompok desil 1 hingga 5 masuk dalam kategori keluarga miskin dan menjadi prioritas penerima bansos.